Love these songs^^

Sabtu, 21 Juni 2014

Sinopsis Big Man Episode 12 Part 1






Hakim memeriksa setiap lembar petisi palsu yang dibuat pihak Dong Suk dan menemukan sebuah dokumen lain dibawahnya “Apa ini? Ini bukan petisi. Kontrak?”. Dong Suk kaget. Pengacara Cha “Aku pasti sudah salah memasukkannya. Tolong kembalikan. Bukan dokumen yang itu”. Hakim membaca kontrak itu “Tunggu. Ini kontrak ganda. Dengan Dae Sam anda membuat kontrak ganda, kan? Pasti kontrak ini akan menimbulkan masalah ”. Ji Hyuk berpura-pura polos “Seharusnya kau lebih berhati-hati dengan dokumen semacam ini. Kenapa anda menaruhnya disitu?”. Ji Hyuk tersenyum melihat kekalahan Dong Suk



Flashback satu minggu yang lalu….
Goo Duk Kyu “Aku paham rencana anda, kedengarannya memang bagus, tapi itu hanya ada film”. Ji Hyuk “Seharusnya itu bukan khayalan. Kau  harus tahu satu hal. Mengenai dokuman yang kusimpan di restoran, Dong Suk bagaimana dia menemukannya?”



Bum Shik sedang menikmati makanannya bersama kedua anak buahnya. Ji Hyuk masuk dan membuat mereka semua kaget. Bum Shik “Landak Hyung”. Ji Hyuk mendekat dan membuat Bum Shik bersiap-siap  memukul Ji Hyuk. Di saat yang bersamaan Yong Man muncul dan membuat Bum Shik jadi ketakutan. Bum Shik “Brengsek. Kenapa kau ada di sini?”. Ji Hyuk “Tolong katakan satu hal padaku”




Park Ki Young masuk ke dalam ruangan Dong Suk dan membawa sebuah dokumen “Apa kabar?. Anda harus melihat isi ini”. Dong Suk membuka dokumen yang Ki Young bawa. Park Ki Young “Sebenarnya ada beberapa orang yang menentang kepemimpinan karyawan ini. Petisi ini kudapatkan secara diam-diam dari mereka. Intinya mereka menentang aksi mogok kerja dan mereka ingin Kang Dong Suk tetap menjadi pengurus resminya”. Dong Suk “Mereka menulisnya sukarela?:. Park Ki Young “Kalau soal itu mereka yang menulis petisi ini adalah orang-orang yang kujanjikan tetap bisa bekerja. Itu bisa, kan?”. Sang Ho “Tentu saja”. Dong Suk “Kita bisa memanfaatkannya. Berikan pada Pengacara Cha”



Ji Hyuk dan Yong Man masuk kedalam ruangan kerja Pengacara Cha yang sudah sepi dan gelap. Mereka mencari dokumen yang tadi dibawa oleh Ki Young dengan memakai alat pelacak yang sama seperti yang dipakai Bum Shik saat mencari dokumen yang diberikan Dong Suk pada Ji Hyuk. Ji Hyuk dan Yong Man berhasil menemukan dokumen itu dan disaat itulah mereka memasukkan kontrak ganda Dae Sam dan Dong Suk.



Kembali ke kantor kejaksaan…
Kim Han Doo “ Soal petisi itu (Petisi yang dibawa oleh pihak Dong Suk) kami mau menyanggahnya”. Pengacara Cha “Apa?”. Kim Han Doo mengeluarkan  sebuah alat perekam dan memutar rekaman suara Park Ki Young dan Dong Suk yang membicarakan tentang asal petisi yang dibawa Park Ki Young. Kim Han Doo “Kalau anda membutuhkannya aku bisa mengajak orang yang merekam pembicaraan ini sebagai saksi”. Hakim “Aku mengerti. Kami akan memastikannya. Pertama, boleh aku minta waktu sebentar untuk memikirkannya? Kembalilah 10 menit lagi”



Dong Suk dan Ji Hyuk sedang menunggu keputusan dari hakim. Dong Suk “Apa yang sudah kau lakukan?”. Ji Hyuk “Kau tidak tahu? Sama seperti caramu menipuku, aku juga melakukan hal yang sama”. Dong Suk “Apa?”. Kim Han Doo datang dan memberikan minuman pada Ji Hyuk. Ji Hyuk “Kau mau? Minumannya dingin. Bagaimana perasaanmu? Dibodohi oleh orang yang kau perlakukan seperti anjing”



Pihak Ji Hyuk dan Dong Suk sudah berkumpul lagi dalam ruangan hakim. Hakim “Kontrak ganda ini memang ilegal. Batalkan kontrak ganda ini. Buat kontrak yang sah”. Dong Suk “Baik, aku akan melakukannya”. Hakim “Soal rekaman yang diserahkan oleh pihak buruh aku yakin tindakan itu tidak etis untuk seorang pengurus resmi. Alasan itu sudah cukup baik untuk mengganti pengurus resminya. Jika masalah ini dilaporkan kami akan melakukan penyelidikan”. Ji Hyuk “Jadi, ada kemungkinan pengurus resminya diganti?”. Hakim “Iya, tentu saja. Tapi ada satu hal yang menggangguku. Anda sedang dalam masa percobaan atas tuduhan penipuan, bukan?”. Ji Hyuk kaget “Ya”. Hakim “Kalau begitu, aku sudah memutuskannya. Alasan penggantian pengurus resmi disetujui, tapi alasan untuk tidak memilih Kim Ji Hyuk sebagai penggantinya sudah jelas. Aku tidak menyetujui adanya pergantian pengurus resmi kali ini. Itulah keputusannya”. Dong Suk tersenyum sinis mendengar keputusan hakim




 Ji Hyuk dan Dong Suk berjalan keluar dari ruangan hakim. Dong Suk “Bermimpilah, Kim Ji Hyuk. Dunia yang ingin kau menangkan hanya ada dalam mimpimu”





Para buruh dan Goo Duk Kyu beserta Yoo Jae menghampiri Ji Hyuk dan Kim Han Doo yang baru keluar dari gedung kejaksaan. Goo Duk Kyu “Bagaimana hasilnya?”. Ji Hyuk “Maafkan aku. Kali ini, kita gagal. Aku masih harus banyak belajar”. Goo Duk Kyu “Anda sudah bekerja keras”. Park Ki Young “Kenapa anda minta maaf, Presiden? Kami yang sudah meminta bantuan anda”. Buruh yang lain juga setuju dengan pernyataan Ki Young. Kim Han Doo “Bagaimana mungkin kita bisa mendapatkan keinginan kita kalau hanya mencoba sekali? Kita akan mencobanya sekali lagi. Benar. Sampai kita mendapatkan lagi perusahaan itu kita tidak boleh menyerah. Jadi, anda tidak boleh menyerah”. Ji Hyuk tersenyum “Baiklah. Aku akan berjuang bersama kalian. Kepala tim Choi dan Gu. Kalian akan membantu kami, kan?”. Goo Duk Kyu “Kenapa anda menanyakan hal semacam itu pada keluarga anda? Seharusnya anda bertanya pada pengkhianat ini (Yoo Jae Hahahah)”. Yoo Jae tertawa dan menaruh tangannya didadanya lagi “Hei, hei, hei. Sampai aku mati aku akan setia pada anda”. Kim Han Doo “Ini baru saja dimulai. Ayo kita berkumpul dan berteriak bersama-sama”. Ji Hyuk dan pasukannya menyatukan tangan mereka. Ji Hyuk “Sampai kita menyelamatkan Hyun Sung Distribusi kita akan bekerja bersama-sama. Demi Hyun Sung Distribusi ! Satu, dua, tiga! Berjuang!”



Dari kejahuan hakim yang mengurus permasalahan Hyun Sung melihat kebersamaan Ji Hyuk dan pasukannya yang memancarkan sinar kebahagiaan dan semangat persatuan (Ah lebay deh gue..kekeke)



Hakim itu kembali ke ruangannya, ia membuka lagi petisi yang di tulis oleh para buruh. Hakim berbicara dengan Dong Suk ditelepon “Mungkin anda harus menyerah terhadap Hyun Sung Distribusi”. Dong Suk “Ya?”. Hakim “Tujuan utama dari kurator pengadilan adalah agar perusahaan bisa stabil. Untuk kestabilan itu sangat penting untuk memilih pemimpin dengan kualifikasi yang tepat, tapi yang lebih penting adalah karyawan berusaha menyelamatkan perusahaan. Pemimpin yang membantu mereka dengan semangat dan itulah yang dibutuhkan oleh Hyun Sung Distribusi sekarang”


Ji Hyuk dan pasukannya sedang menikmati waktu kebersamaan mereka, mereka tertawa dan terlihat sangat bahagia



Dong Suk membanting catur yang ada di mejanya “Kenapa kontrak ganda itu bisa ada dalam amplop itu, hah? Apa kau tidak bisa melakukannya dengan benar?”. Sang Ho “Informan kita di sana tampaknya sudah berubah pikiran”. Dong Suk “Maksudmu dia yang memasukkannya? Kenapa Pengacara Cha bisa tidak tahu?”. Sang Ho “Tidak, dia sudah memeriksanya berkali-kali”. Dong Suk “Lalu kenapa?”. Sang Ho “Anda tidak ingat? Dia menggunakan cara yang sama seperti kita mencuri dokumen darinya dulu”. Dong Suk mengingat lagi kata-kata Ji Hyuk saat dikantor kejaksaan. Dong Suk “Rupanya bajingan itu sudah banyak berubah. Ngomong-ngomong bagaimana dengan Jo Hwa Soo?”



Ji Hyuk sedang memasang papan yang bertuliskan motto Hyun Sung diperusahaan Choeun (Perusahaan Ji Hyuk yang baru). Yoo Jae “Ngomong-ngomong kenapa anda ingin menggantungkan papan dengan moto yang sama di situ?”. Ji Hyuk “Karena kedengarannya bagus”. Goo Duk Kyu “Aku juga menyukainya. Akhirnya, moto perusahaan ada ditempat yang benar. Kita ini keluarga”. Jo Hwa Soo dan Yong Man masuk. Jo Hwa Soo “Kau belum melakukan apa-apa. Ini sama saja kau baru mengambil kaleng kosong. Jangan terlalu senang dulu”. Ji Hyuk “Aku sudah tahu. Ini baru permulaannya. Untuk kestabilan Hyun Sung Distribusi ituah yang benar-benar harus kami lakukan”



Kang Sung Wook dan Dong Suk sedang duduk membiacarakan Ji Hyuk. Kang Sung Wook “Sudah kubilang jangan remehkan Ji Hyuk”. Dong Suk “Lagipula, Hyun Sung Distribusi perusahaan yang sudah bangkrut. Soal pengurus resminya siapapun bisa melakukannya. Tidak ada artinya”. Kang Sung Wook “Siapapun bisa melakukannya, tapi sudah direbut”. Dong Suk “Aku tidak meninggalkan perusahaan dengan keadaan hancur”. Kang Sung Wook “Keuangan yang rugi bukanlah masalah yang penting. Kau kehilangan sesuatu yang lebih berharga. Kau kehilangan kepercayaan dari Ayah”. Dong Suk “Apa?”. Kang Sung Wook “Dewan direksi menolak kalau kau menjadi Presiden”. Dong Suk “Kenapa Ayah begini padaku? Aku sudah berbuat apa?”. Kang Sung Wook “ Kami bisa saja menjadikanmu Presiden lagi. Tapi kalau Kim Ji Hyuk bisa membuat Hyun Sung Distribusi stabil lagi maka kaulah yang salah karena tidak bisa menjalankan perusahaan. Kau mungkin harus membersihkan kotorandi peternakan kami selama sisa hidupmu. Kau mengerti?”. Dong Suk “Jangan khawatir. Itu takkan terjadi”. Kang Sung Wook “Sekali lagi, kau sudah meremehkan keadaan. Kau tahu sudah berapa kali dia membuat tekanan darah Ayah naik? Ayah mohon berhati-hatilah. Jangan remehkan dia. Paham?”. Dong Suk “Baik”


Dong Suk keluar dari ruangan ayahnya, ia kelihatan sangat kesal karena Ji Hyuk



Mi Ra datang ke makam ayahnya, ia meletakkan bunga dimakan ayahnya dan mengingat kata-kata Goo Duk Kyu tentang kebenaran kasus ayahnya. Mi Ra menangis mengingat itu semua “Ayah, maafkan aku. Aku sudah membenci ayah. Aku takkan memaafkan mereka. Dia dan orang-orang itu, aku takkan memaafkan mereka”




Dong Suk berbicara empat mata dengan Jo Hwa Soo. Dong Suk “Untuk pemegang saham yang mengalami kerugian karena Hyun Sung Distribusi, kami berniat mengganti saham anda dengan ke saham Hyun Sung Energi”. Jo Hwa Soo “Ah, iya. Kalau begitu maksud anda, aku ini salah satu dari mereka?”. Dong Suk “Anda mungkin memenuhi syarat”. Jo Hwa Soo “Aku memenuhi syarat?”. Dong Suk “Kami punya sebuah aturan. Saat seekor anjing menggigit kami kami akan mengejarnya dan menghabisinya. Kami beranggapan sedikit berkorban itu wajar”. Jo Hwa Soo “Soal anjing itu apa maksud anda itu Kim Ji Hyuk?”. Dong Suk “Aku tidak cukup kuat, jadi aku tidak sanggup menangkap anjing itu sendirian. Aku juga tidak mau tanganku ini kotor. Soal itu kurasa andalah ahlinya. Soal saham anggap saja itu biaya atas layanan anda yang menakjubkan”. Jo Hwa Soo tertawa dan langsung memasang wajah jahatnya pada Dong Suk “Hei!”. Dong Suk “Ya?”. Jo Hwa Soo “Dasar brengsek. Kau pikir aku ini tukang daging? Aku suka uang, tapi aku tidak menggilai uang”. Jo Hwa Soo memukul meja dan berdiri “Kau sudah mempelajari semua trik kotor ini sejak kau masih muda. Dasar brengsek”. Jo Hwa Soo pun keluar dengan perasaan yang kesal



Jo Hwa Soo dan Yong Man sedang berjalan dilobi Hyun Sung. Jo Hwa Soo “Hei. Kau tahu apa yang dikatakan Kang Dong Suk padaku? Dia bilang aku ini ahli menangkap anjing. Anjing kecil itu... Kau tahu alasanku membeli Hyun Sung Distribusi? Aku tidak mau bajingan brengsek seperti dia meremehkanku. Kim Ji Hyuk, dia akan membantuku pindah dari tempat yang gelap ke tempat yang terang suatu saat nanti”





Ji Hyuk sedang menghitung hasil dagangan ibunya. Ji Hyuk “Ibu, jujurlah. Kalau aku ada di sini, Ibu tahu hasilnya berbeda, kan?”. Hong Dal Sook “Itu karena...”. Ji Hyuk menambahkan “Aku mungkin seperti parfum bagi banyak orang, ya? Kalau aku ada di sini semuanya laris. Lihatlah, masakan Ibu  hampir habis. Selain itu...”. Ji Hyuk berhenti bicara saat Ahjussi A datang. Ahjussi A duduk disebelah Ji Hyuk “Apa kau melakukan kesalahan padaku? Kenapa kau takut seperti anjing saat melihatku? Boleh minta Soju dan sosisnya?”. Hong Dal Sook memberikan permintaan Ahjussi A. Ji Hyuk “Paman aku…”. Ahjussi A “Aku sudah mendengarnya. Aku tahu meskipun kau belum menjelaskannya”. Ji Hyuk “Paman, kumohon bersabarlah sebentar. Aku pasti akan membangun kembali perusahaan itu dan...”. Ahjussi A memotong lagi “Ji Hyuk. Kau tidak perlu mencemaskan kami lagi. Ini bukan pertama kalinya kami mengalami masalah seperti ini. Daripada menerima ganti rugi yang kecil, kami ingin melihatmu berhasil. Jadi soal hutangmu pada kami, kau bisa mengembalikan seribu kali lebih , kan? Kami juga ingin mendengar ada naga di antara kita di pasar. Paham?. Ji Hyuk “Paman”. Ahjussi A “Aku tanya padamu, paham? Kau bisa mengabulkannya?. Ji Hyuk “Baiklah. Aku mengerti. Aku takkan mengecewakan Paman”. Ahjussi A “Bagus. Ini. Untuk harapan kita, Kim Ji Hyuk! Bersulang”



Jin Ah sedang berjalan keluar dari stasiun kereta bawah tanah, ia juga sedang berbicara ditelepon “Hei, sudah berapa kali aku bilang kalau aku ini sibuk? Aku bukan lagi putri dari Hyun Sung yang pernah kau kenal.  Kau urus saja hidupmu sendiri. Dan, ada dua pengangguran yang harus kubiayai. Jadi, jangan hubungi aku lagi”. Jin Ah menutup teleponnya dan melihat sebuah restoran fast food didepannya (Promosi Subway)



Jin Ah sudah duduk manis didalam restoran fast food dan menikmati makanannya “Kalau aku tahu rasanya enak seperti ini aku pasti sudah membuka toko”. Jin Ah berhenti makan dan sadar dengan ide yang baru saja keluar dari mulutnya




Mi Ra sedang menggantung sebuah lukisan baru di tempat papan yang bertuliskan motto Hyun Sung. Dong Suk “Kau sedang apa?”. Mi Ra “Lukisan ini dilukis oleh pelukis terkenal. Ibumu bilang berinvestasi lukisan adalah ide yang bagus. Kalau aku menggantungnya di sini kurasa cukup bagus. Bagaimana menurutmu? Bukankah lukisan ini benar-benar mengubah ruangan ini?”. Dong Suk “Iya, kau benar. Tapi, kau kenapa?”. Mi Ra “Kita bisa melihat lukisan ini dan melupakan semua masalah kita.Dan memulai awal yang baru”. Dong Suk “Benarkah? Terima kasih”


Goo Duk Kyu menunjukkan tempat duduk baru pada Jung Sun yang sudah bergabung kedalam perusahaan kecil mereka. Goo Duk Kyu “Ini mejamu, Jung Sun. Maafkan aku. Kami tidak bisa membayar gajimu sekarang. Tidak apa-apa, kan?”. Jung Sun “Jangan khawatir. Aku ini penggemar berat Presiden Kim. Bisa melihatnya saja aku sudah puas”. Goo Duk Kyu “Benarkah?”.


Yoo Jae masuk dan memberitahu kabar buruk pada Ji Hyuk “Presiden, ada masalah. Kami baru saja mendapat kabar kalau perusahaan besar akan menghentikan pengiriman barangnya”. Ji Hyuk “Apa katamu?”



Ji Hyuk CS datang ke supermarket dan melihat banyak rak yang kosong karena tidak adanya kiriman yang masuk




Goo Duk Kyu berbicara ditelepon “Memangnya kenapa? Pasti ada alasan kenapa anda melakukannya. Etika bisnis macam apa ini?”. Yoo Jae juga berbicara ditelepon “Kami sudah membuat kontraknya. Halo? Kami akan menuntut anda! Apa? Halo? “. Ji Hyuk dan Jung Sung juga sibuk mengurus masalah yang sedang mereka hadapi. Goo Duk Kyu berbicara pada Ji Hyuk “Menurutku, ada seseorang dibalik semua masalah ini. Jika tidak...”. Mi Ra masuk dan membenarkan perkataan Goo Duk Kyu.  Goo Duk Kyu berhenti berbicara dan melihat kea rah Mi Ra yang baru masuk. Mi Ra “Kang Dong Suk yang melakukannya”. Ji Hyuk “Mi Ra”. Mi Ra menjelaskan bahwa Dong Suk adalah ketua dari Owner Club.  Owner Club adalah pertemuan antara generasi kedua dari para konglomerat. Mungkin mereka ada dibalik semua masalah ini



Ditempat lain, anggota Owner Club termasuk Myung Ho dan Dong Suk sedang berkumpul. Dong Suk “Terima kasih. Kalian mau membantuku di saat seperti ini”. Myung Ho “Tidak perlu berterima kasih. Membantumu juga berarti membantu kami, kau tahu”. Dong Suk “Baiklah. Kalau kau mengalami kerugian, katakan saja padaku. Hyun Sung yang akan membayarnya”




Ji Hyuk CS masih duduk bersama untuk memebicarakan masalah mereka. Goo Duk Kyu “Kenapa mereka melakukan hal tidak penting semacam ini? Mereka juga mengalami kerugian. Kenapa?”. Ji Hyuk “Mereka berusaha mencekik kita sampai mati”. Yoo Jae “Tidak ada untungnya. Aku tidak tahu kenapa mereka sampai melakukan hal sejauh ini. Jadi ini seperti, kalau kau bertahan, aku akan membunuhmu?”. Mi Ra “Ini memang masalah pribadi, tapi kenyataannya lebih serius”. Goo Duk Kyu “Apa?”. Mi Ra “Terutama karena pergantian pengurus resminya. Kalau Hyun Sung Distribusi stabil posisi Kang Dong Suk di perusahaan akan mengalami kesulitan. Karena masalah ini, dia tidak lagi ditunjuk menjadi Presiden”. Goo Duk Kyu “Karena itu dia mengejar kita, hah? Gila, kan? Dia akan menghalangi apapun yang kita lakukan. Apa rencana kita? Kita harus melakukan sesuatu, kan? Kita akan mencoba mendapatkan barang dagangan dari perusahaan kecil. Kepala tim Choi, ayo pergi”. Yoo Jae “Baiklah”


Dong Suk sedang berbicara ditelepon “Sekarang, mereka akan mulai mencari perusahaan kecil. Tolong urus sekalian. Periksa satu per satu. Jangan sampai salah”




Ji Hyuk sedang mengantar Mi Ra keluar dari perusahaan kecilnya. Ji Hyuk “Bagaimana kalau kau juga bergabung bersama kami? Kalau kau membantu kami, maka kami akan sangat beruntung”. Mi Ra “Tidak. Kalau aku ada di sana akan lebih membantu. Masuklah. Aku tahu kau sangat sibuk”. Ji Hyuk “Baiklah. Hati-hati”. Mi Ra “Saat kau butuh aku hubungi saja aku”. Ji Hyuk “Terima kasih”. Mi Ra berbicara dalam hatinya “Tidak. Mungkin aku lebih membutuhkan dirimu. Satu-satunya orang yang bisa mengalahkan dia adalah kau”




Yoo Jae memberitahu Ji Hyuk bahwa seluruh perusahaan kecil menolak penawaran dari perusahaan mereka. Goo Duk Kyu menambahkan “Mereka juga tidak mau menerima telepon dari kita. Mereka pasti sudah dipaksa. Perusahaan kecil tidak punya pilihan selain mendengarkan mereka”. Ji Hyuk “Sekarang, apa yang paling penting?”. Goo Duk Kyu “Sementara untuk peralatan rumah tangga dan barang-barang umum bisa kita ganti dengan barang kita di gudang. Masalahnya produk makanan dengan tanggal kadaluarsa yang singkat. Terutama produk susu yang tanggal kadaluarsanya singkat itulah masalahnya. Dengan barang itu rak-rak di supermarket akan kosong”. Ji Hyuk “Kalau begitu, kita periksa dulu”




Dong Suk sampai dirumahnya dan mendapati Mi Ra yang sedang memakaikan kutek pada kaki ibunya. Dong Suk “Ibu, sedang apa? Mi Ra, kau sedang apa?”. Choi Yoon Jung “Punggung Ibu sedang sakit”. Dong Suk “Ibu bisa pergi ke spa. Mi Ra akan menjadi menantu ibu. Dia bukan pembantu ibu”. Mi Ra “Tidak apa-apa, Dong Suk. Aku melakukannya karena aku menyukainya”. Choi Yoon Jung “Dia sendiri yang bilang suka”. Dong Suk “Berdirilah. Kau tidak pantas melakukannya”. Mi Ra tersenyum “Tidak apa-apa. Karena aku yang memulainya, aku yang harus menyelesaikannya. Jangan khwatirkan aku”. Dong Suk masuk ke dalam kamarnya, ia kelihatan tidak suka dengan apa yang dilakukan Mi Ra untuk ibunya (Dong Suk emang tulus sayang sama Mi Ra)



Di dalam kamar Dong Suk sudah ada Sang Ho yang menunggu kedatangan Dong Suk. Sang Ho “Orang yang mengambil kontrak ganda itu menyamar sebagai pengirim wine”. Dong Suk “Siapa pria itu?”. Sang Ho “Dia terekam kamera CCTV dalam rumah ini, tapi wajahnya sama sekali tidak kelihatan. Tampaknya dia tahu letak kamera CCTV-nya”. Dong Suk “Itu artinya dia sudah sangat mengenal rumah ini. Kalau dia juga tahu kode brankas rahasiaku...”



Sang Ho menemui Mi Ra dan memberitahu bahwa Dong Suk memanggil Mi Ra. Mi Ra “Baiklah, ah ngomong-ngomong Manager Do. Ada yang ingin kubicarakan”. Sang Ho “Apa itu?”. Mi Ra “Sudah sejak lama aku ingin mengatakan hal ini padamu. Mulai sekarang, saat kau memanggilku aku ingin kau memanggilku dengan sopan. Aku akan segera menjadi bagian dari keluarga Hyun Sung. Kalau kau memaksa mengubah nada bicaramu maka, itu kedengaran alami, kan?”. Sang Ho “Baik. Aku akan melakukannya (Dengan bahasa formal)”. Mi Ra tersenyum melihat Sang Ho yang memberi hormat padanya






Dong Suk menunjukkan sebuah dokumen pada Mi Ra. Dong Suk “Kau tahu apa ini? Ini daftar kejahatan Kim Ji Hyuk sebelum dia bergabung dengan keluargaku. Kau kira dia itu tidak bersalah, kan? Kita sudah ditipu. Dia menyamar sebagai orang baik di depan keluarga kita. Isinya adalah semua kejahatan yang sudah dia lakukan. Kalau aku menyerahkannya pada jaksa kenalanku dia akan diurus dengan mudah”. Mi Ra “Kau benar-benar harus melakukannya sampai sejauh itu?”. Dong Suk “Apa kau masih ingin melihatnya berhasil?”. Mi Ra “Aku sudah melakukan hal yang cukup. Aku sudah membayar lunas kejahatanku”. Dong Suk “Aku akan menyerahkan informasi ini kalau waktunya sudah tepat. Jangan berpikir aku menjebaknya karena hal yang tidak dia lakukan. Dia harus mempertanggungjawabkan perbuatannya karena kejahatan yang sudah dia lakukan dulu.Aku hanya mengulur waktu, itu saja”. Dong Suk menyimpan lagi dokumen Ji Hyuk di brankas rahasianya (Kayaknya dia sengaja deh supaya Mi Ra terpancing buat ngambil dokumen itu lagi). Mi Ra “Baiklah. Tidak banyak yang bisa kita lakukan ”. Dong Suk “Meskipun dia dipenjara?”. Mi Ra “Sudah kubilang dia tidak ada hubungannya lagi denganku”. Dong Suk “Terima kasih Mi Ra”. Mi Ra “Untuk apa?”. Dong Suk “Karena baik pada ibuku”


Mi Ra sudah berada dikamarnya, ia duduk dan melihat fotonya bersama Dong Suk. Mata Mi Ra menunjukkan kebencian yang sangat dalam dan ia pun menutup fotonya bersama Dong Suk


Ji Hyuk bekerja sampai pagi hari sedangkan Yoo Jae dan Goo Duk Kyu sudah tertidur karena kelelahan. Ji Hyuk membuka salah satu laporan dan mendapatkan sebuah ide, ia pun membangunkan Goo Duk Kyu yang sedang tidur. Ji Hyuk “Kepala tim bangun, apa kau masih mengingat perusahaan ini? Perusahaan susu Soon Jin?”



Ji Hyuk CS sedang dalam perjalanan menuju Perusahaan susu Soon Jin. Ji Hyuk “Perusahaan Soo Jin. Dulu Kepala tim Choi menerima sogokan dan mengakhiri kontraknya. Lalu, akhirnya dia minta maaf padanya”. Yoo Jae “Ah, iya benar. Kurasa perusahaannya sudah berjalan, dan perusahaannya berkembang pesat”. Ji Hyuk “Kurasa dia akan membantu kita. Aku yakin itu”



Ji Hyuk CS sampai di perusahaan Soon Jin dan bertemu dengan wakil presiden di Soon Jin. Yoo Jae memuji perkembangan perusahaan Soo Jin yang semakin membaik. Yoo Jae juga memperkenalkan Ji Hyuk pada wakil presiden dan sebaliknya. Ji Hyuk “Ngomong-ngomong, apa Presiden sekarang tidak ada?”. Wapres “Anda sudah sampai di sini, tapi sekarang dia sedang demam. Hari ini, dia tidak masuk”. Ji Hyuk “Lalu, kapan dia akan masuk kerja?”


Ji Hyuk CS berjalan keluar dari perusahaan Soon Jin. Ji Hyuk “Dia akan masuk dua hari lagi, jadi kita akan menemuinya lagi dan membicarakannya. Dia pasti akan membantu kita”. Goo Duk Kyu “Hanya karena perusahaannya bernama Soon Jin, kita akan naïf kalau berpikir Presidennya juga naif. Ayo”




Saat Ji Hyuk CS pergi, Presiden Soon Jin keluar dari tempat persemnunyiannya. Pres. Soon Jin “Mereka sudah pergi?”. Wapres Soon Jin “Ya. Presiden temui dia dan bilang saja tidak bisa. Dia akan kembali lagi besok”. Pres. Soon Jin “Begini aku tidak bisa mengatakannya sekarang”. Presiden Soon Jin mengingat kebaikan yang dilakukan Ji Hyuk padanya, saat Yoo Jae membatalkan kontrak sepihak dan menerima suap dari dirinya. Wapres Soon Jin “Kita tidak bisa berbuat apa-apa. Kalau anda memberikan barang dagangan anda ke Hyun Sung mereka mengancam kalau mereka akan berhenti membeli produk kita”. Pres. Soon Jin “Benar. Untuk menyelamatkan orang lain aku tidak boleh bunuh diri, kan?”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar