Love these songs^^

Senin, 21 Oktober 2013

Sinopsis Secret Episode 2 Part 2



Min Hyuk datang ke kontrakan Ji Hee. Ia melihat kertas yang bertuliskan “Ruangan tersedia untuk di kontrakan”, ia mencabut kertas itu dan masuk kedalam kamar Ji Hee.
  
Min Hyuk berdiri di depan meja makan Ji Hee dan menyentuh meja makan itu, ia berjalan di dalam kamar dan melihat dirinya di dalam kaca yang berada di lantai lalu menginjak kaca itu. 

Min Hyuk berdiri diatas pembatas rumah untuk bunuh diri. Ia mengingat kenangannya bersama Ji Hee.
Flashback….



Min Hyuk dan Ji Hee mencuci baju bersama. Min Hyuk bagian menginjak” pakaian dan Ji Hee menjemur. Ji Hee “Oppa apa mimpimu?”. Min Hyuk “Mimpi? Aku tidak punya hal seperti itu”. Ji Hee “Siapa yang tidak memilikinya? Kamu hanya terlalu malas untuk berfikir”. Min Hyuk menambah kecepatan injakannya “Aku ingin mendapatkan banyak warisan dan hidup seperti yang ku mau”. Ji Hee menjepitkan penjepit baju di telinga Min Hyuk dan memukul pantat Min Hyuk “Kamu begitu buruk”. Min Hyuk “Ada waktunya saat ayahku juga terbiasa untuk tersenyum. Sekarang bahwa miliknya begitu banyak, dia hanya bisa marah. Setidaknya aku harus mengambil beberapa darinya. Bagaimana denganmu? Milikmu?”. Ji Hee mendekat ke Min Hyuk “Aku…. Ingin mati satu hari sebelum kamu”. Min Hyuk “Apa kamu benar-benar harus mengatakan itu?”
 Ji Hee lompat masuk ke dalam baskom dan menginjak-injak pakaian dengan Min Hyuk “Bahkan saat rambutku berubah putih, aku ingin memegang tanganmu, pergi berbelanja, menonton film, meletakkan tanganku di sakumu saat aku kedinginan, dan saling berkelahi. saat kita membersihkan kekacauan dari cucu kita. Oppa, Putri kita akan cantik jika dia memiliki matamu. Dia pasti lucu”. Min Hyuk “Itu tidak sulit”. Ji Hee senang “Benarkah? Lalu apa kita akan melakukannya?”. Min Hyuk “Tentu, kenapa tidak? Aku hanya harus menjadi tua”. Min Hyuk dan Ji Hee menikmati waktu mencuci mereka dengan mesra.
Kembali ke masa sekarang…..^^


Min Hyuk melihat ke bawah, ia tidak bisa menjaga keseimbangannya dan jatuh kembali ke teras rumah Ji Hee. Min Hyuk tertawa dan menangis “Aku hampir mati”. Kasihan si Min Hyuk… T.T



Se Yeon pulang ke rumahnya, saat ia akan masuk ke dalam rumahnya, suara Min Hyuk terdengar. Min Hyuk “Kamu datang sekarang?”. Se Yeon balik badan dan melihat Min Hyuk yang duduk di bawah lantai tanpa mempedulikan Min Hyuk yang duduk dilantai, Se Yeon masuk kerumahnya.  Min Hyuk terlihat tersenyumdan menundukkan kepalanya tapi Se Yeon kembali membuka pintu rumahnya untuk Min Hyuk.


Se Yeon “Apa yang kamu lakukan? Kamu membuatku jengkel. Dan kamu sedang membual tentang dirimu sebelumnya. Kenapa kamu datang kemari?”. Min Hyuk tersenyum “Kamu satu-satunya temanku”


Min Hyuk sudah berada di dalam rumah Se Yeon. Ia berdiri di depan lukisan Se Yeon. Min Hyuk “Apa semua ini?”. Se yeon yang sedang melukis menjawab “Aku juga tidak tahu”. Min Hyuk “Lalu kenapa kamu menggambar sesuatu yang tidak kamu ketahui?”. Se Yeon “Karena aku tidak harus memikirkan apapun saat aku menggambarnya”. Min Hyuk “Itu bagus”. Min Hyuk berbaring di atas sofa Se Yeon dan mengeluh “Apa yang ku lakukan? Bagaimana bisa tidak ada orang yang bisa ku datangi... Hidupku benar-benar begitu kosong”. Se Yeon “Setidaknya kamu tahu sekarang”


Min Hyuk duduk “Apa kamu benar-benar akan menikah denganku? Jika aku ditendang keluar dari rumah tanpa uang, dan harus hidup dari kamu, apa kamu masih ingin menikah denganku?”. Se Yeon berhenti melukis “Apa kamu ingat saat kita sekolah? Meskipun kita ingin makan junk-food dan berkeliling ke tempat-tempat lain, supir kita selalu berdiri di depan gerbang”. Min Hyuk “Apa kita bolos sekolah dan melarikan diri?”. Se Yeon “Ya. Itu sangat menyenangkan. Tapi, itu hanya sesaat saja. Karena menyakitkan saat pulang. Aku menghabiskan semua uangku, jadi aku tidak bisa naik bus, dan saat aku muncul dengan kaki melepuh di rumah, aku sudah memutuskan tidak pernah melakukan itu lagi. Bukan Jo Min Hyuk dari K Grup, tapi kamu yang biasa? Kamu tidak menarik”. Min Hyuk “Ya, itu benar-benar Shin Se Yeon”


Min Hyuk berbaring lagi “Kenapa hidup begitu tidak menyenangkan? Apa gunanya?”. Min Hyuk menutup matanya



Se Yeon melukis Min Hyuk yang tertidur di sofanya tapi tiba-tiba ia berhenti dan menjatuhkan crayonnya. Se Yeon berjalan ke Min Hyuk dan mencoba membangunkan Min Hyuk “Jo Min Hyuk!” Min Hyuk tidak bangun. Se Yeon menjadi khawatir dan mengoyangkan badan Min Hyuk agar Min Hyuk bangun “ Jo Min Hyuk. Jo Min Hyuk. Kenapa kamu seperti ini?. Jo Min Hyuk ! Sadarlah ! Jo Min Hyuk ! Sadarlah ! Bangun ! Kenapa kamu seperti ini ? Jo Min Hyuk! Bangunlah !


Gwang Min tampak buru-buru dan masuk ke dalam ruangan ketua Jo. Ketua Jo “Bajingan tidak berguna ini. Seorang bajingan yang bahkan tidak punya keberanian untuk mati mengkonsumsi obat-obatan? Seperti tidak ada lagi yang ditiru. Lakukan sesuatu yang dilakukan ibunya” . Gwang Min
“Saat ini kami sudah membujuk pihak rumah sakit untuk tetap tenang”. Ketua Jo “Media?”. Gwang Min “Kami sudah mengumumkan dia sudah bekerja berlebihan dari bisnis resort di Jeju. Di situs gosip beredar sebagai usaha bunuh diri, kita bisa terpukul. Karena putri Perwakilan Shin melakukan kerja yang bagus, seharusnya itu tidak menjadi masalah besar”. Ketua Jo “Sebagai satu-satunya putra yang aku miliki... Si bodoh tidak berguna itu... Jadi... untuk Min Hyeok, apa istirahat saja yang dia butuhkan?”. Gwang Min “Ya”. Ketua Jo “Bagaimana dengan tabrak lari itu?”. Gwang Min “Mereka bilang penyelidikan kendaraan itu sudah selesai, dan sudah mengajukan perintah pengakapan pada tersangka”. Ketua Jo “Pastikan, bahwa rumor yang merusak itu tidak beredar jadi beritahu mereka itu segera mengurusnya. Pernikahan sudah di bibir mereka, sehingga itu tidak bisa tertahan karena masalah wanita”



Ny. Hong masuk kedalam kamar perawatan Min Hyuk. Di dalam ruangan itu sudah ada Se Yeon yang terus menjaga Min Yuk. Ny. Hong duduk di sebelah Se Yeon “Karena dia berpura-pura dia memiliki perut yang kuat, semuanya mungkin rusak. Namun, yang terburuk telah berakhir sekarang. Apa kamu sangat terkejut?”. Se Yeon “Tidak. Saya marah”. Ny. Hong “Saat kamu sedih, menangis, saat kamu senang, tertawa, apakah itu sulit? Kamu dan Min Hyeok punya banyak kesamaan. Apa kamu tahu itu? Ji Hee... apa kamu tahu dia sudah meninggal? Mereka bilang itu adalah kecelakaan. Seorang wanita muda melaluinya dengan tragis. Pikirkan bagaimana perasaan Min Hyeok ”. Se Yeon “Bajingan (Min Hyuk) . Untuk mati di depanku, apakah itu sebabnya dia datang padaku?”. Ny.Hong “Se Yeon, Di depan pria yang ingin kamu dapatkan, tidak ada gunanya bersikap sombong. Mendapatkan hati seorang pria itu... mudah. Isilah ketika ada satu celah”. Se Yeon “Mawar-mawar, saat mereka menjualnya, mereka melepaskan semua durinya. Anda mungkin seperti itu, Nyonya, tapi saya tidak ingin membungkuk serendah itu.


Keesokan paginya Min Hyuk mulai sadar, Ny. Hong juga sudah ada di ruangan Min Hyuk dan sedang memandang ke luar jendela. Min Hyuk mengiggau memanggil-manggil Ibunya “Ibu Ibu Ibu Ibuuuuuuu” lalu ia membuka matanya. Ny. Hong kaget dan langsung mendekat ke Min Hyuk “Itu benar. Ini ibu. Apa kamu sudah sadar?”



Min Hyuk “Tolong keluar”. Ny. Hong terlihat kecewa tapi ia tetap menjawab “Aku akan memanggil Ketua dan segera kembali”. Ny.Hong keluar dari kamar perawatan Min Hyuk dan Se Yeon masuk



Ponsel Min Hyuk berbunyi, Min Hyuk segera menjawab panggilan itu. Min Hyuk “Halo. Apa yang kamu katakana? Apa yakin wanita itu?”. Min Hyuk meletakan ponselnya dan mecabut infusnya. Se Yeon menghentikan Min Hyuk “Jo Min Hyeok, kamu belum sembuh”. Min Hyuk “Jangan pikirkan aku”. Se Yeon “Maka buatlah aku tidak memikirkanmu. Jangan datang padaku untuk mendapatkan semua emosi karena dia!”. Min Hyuk mendorong Se Yeon “Pikirkan urusanmu. Pikirkan urusanmu”. Se yeon menampar Min Hyuk “Kamu tidak bisa pakai akal sehatmu? Setelah aku berusaha keras untuk menyelamatkanmu, kamu mencoba untuk pingsan di depanku?”. Min Hyuk “Aku sudah sadar. Terima kasih Se Yeon. Terima kasih telah menyelamatkan aku”. Min Hyuk membuka bajunya dan membuat Se Yeon membalikan wajahnya. Min Hyuk “Aku memikirkan sesuatu yang harus ku lakukan”. Min Hyuk mengganti bajunya dan pergi


Yoo Jung datang ke kantor polisi dan ternyata Min Hyuk juga sudah untuk mengawasi Yoo Jung. Ponsel Yoo Jung bunyi, Yoo Jung megeluarkan ponselnya dan yang menelpon adalah Jaksaku (Do Hoon), Yoo Jung mereject panggilan dari Do Hoon dan masuk kedalam kantor polisi


Do Hoon mencoba menelpon Yoo Jung tapi tetap tidak di jawab, karena Yoo Jung tidak menjawab panngilannya, Do Hoon pergi menyusul Yoo Jung.


Pak Polisi yang menginterogasi Yoo Jung menertawai Yoo Jung “Kang Yoo Jeong, apa menurut anda masuk akal?”. Yoo Jung “Itu benar. Saya tidak tahu”. Pak Polisi “Bagaimana seseorang yang tidak tahu, keesokan harinya mendapatkan mobilnya sudah benar-benar diperbaiki. Dan bahkan bukan di pusat mobil, tapi secara diam-diam. Bukankah ada sesuatu yang aneh mengenai hal itu?”. Yoo Jung “Itu karena… Saya meminta seseorang yang saya kenal untuk mencoba mendapatkan harga yang lebih murah”. Pak Polisi “Lebih murah? Dari mobil yang anda mintai seseorang untuk diperbaiki dengan harga murah, ditemukan ada darah”. Yoo Jung “Tidak, ada sesuatu yang salah disini. Tolong percaya pada saya. Tidak ada seseorang disana. Tidak ada orang yang melihat apapun. Cahaya itu... Karena truk tiba-tiba muncul sehingga mobil saya tergelincir, kami…, ah tidak , saya... menabrak sebuah drum di lokasi pembangunan. Saya pergi keluar dan memeriksanya sendiri”. Pak polisi “Tapi drum yang anda tabrak itu tidak ada di lokasi kejadian”. Yoo Jung “Itu ada di tengah jalan, jadi saya memindahkannya ke sisi jalan, karena saya pikir itu akan berbahaya. Tolong cari sekali lagi”. Pak polisi “Cari apa? Buktinya disini. Bukti ! Maksud saya... karena malam itu hujan, apa anda pikir dengan bersikeras saja akan berhasil? Lagi pula...dalam hari ini, hasil uji forensik darah akan keluar”. Yoo Jung “Itu tidak mungkin. Saya tidak tahu, Tidak. Saya tidak menabrak seseorang”. 



Min Hyuk yang dari tadi mendengar pengakuan Yoo Jung marah dan memukul pintu.  Pak polisi melihat ke arah Min Hyuk “Kamu mengagetkan aku”. Pak polisi dan Yoo Jung memperhatikan Min Hyuk yang berjalan keluar ruangan, Walaupun badan Min Hyuk sudah tidak kelihatan Yoo Jung terus memperhatikan ke arah Min Hyuk keluar. 




Pak polisi “Dengar, aku rasa kamu tidak mengerti situasi itu disini. Ini, ini... Korban yang kamu tabrak. Lihat ini! Kamu tdiak mendengar?! Lihat sini!”. Yoo Jung kembali mendengarkan penjelasan. Pak polisi “Aku sedang membicarakan korban yang mati itu sekarang” Yoo Jung melihat gambar yang di perlihatkan oleh Pak polisi. Pak polisi “ Seo Ji Hee, usia 25 tahun. Dia ditemukan di lokasi kejadian 3 jam setelah kecelakaan. Wanita ini sedang hamil. Hari itu di siang harinya juga, kami punya catatan pengobatan dia di rumah sakit”

Yoo Jung berjalan seperti mayat hidup. Ia berhenti di tangga karena tidak sanggup memikirkan masalah ini di kepalanya. 


Do Hoon masuk kedalam kantor polisi. Ia bertanya pada salah satu polisi “Dimana mereka yang menangani kecelakaan lalu lintas?”. Polisi itu “Pergi ke arah situ”


Min Hyuk dan Yoo Jung berpas-pasan di tangga. Min Hyuk “Apakah itu kamu, supir pengganti? Kamu tdiak bisa tabrak dan...lari..., supir pengganti”. Yoo Jung “Maafkan aku” lalu berjalan pergi tapi Min Hyuk menahan tangannya. Min Hyuk “Jika kamu menyesal, kamu seharusnya menunjukkan beberapa tanda minta maaf di wajahmu, supir pengganti”. Yoo Jung melepaskan tangan Min Hyuk “Maafkan aku. Aku rasa kamu bersikap seperti ini atas cincin yang kamu berikan padaku. Aku tidak memiliki cincinmu disini ”


Yoo Jung mau pergi lagi tapi Min Hyuk tetap menahannya. Min Hyuk terus menghalangi Yoo Jung yang ingin pergi bahkan Min Hyuk mengunakan kekerasan pada Yoo Jung yang lemah


Do Hoon merasakan sesuatu yang aneh ia berbalik tapi tidak ada apa-apa di belakangnya.



Min Hyuk mencekik Yoo Jung “Orang-orang sepertimu, berani menyentuh sesuatu milikku?. Min Hyuk terus mencekik Yoo Jung dan membuat Yoo Jung sesak napas, untungnya Min Hyuk mau melepaskan Yoo Jung yang berusaha lepas dari tangannya.
Min Hyuk mendekat ke Yoo Jung dan menempelkan badan Yoo Jung ke dinding lalu ia mengangkat kepalan tangannya dan menghantamkannya tepat di sebelah Yoo Jung. Yoo Jung yang ketakutan memeluk tangan Min Hyuk


Do Hoon mendapatkan panggilan. Ia menjawab panggilannya “Ya”. Suara dari seberang melaporkan “Jaksa. Saya telah mendapatkan kamera keamanan di sisi jala dekat lokasi kecelakaan. Saya akan pergi kesana sendiri sekarang”. Do Hoon “Tidak , lupakan. Saya akan meninjaunya sendiri. Tinggalkan saja”. Do Hoon tidak jadi menemui Yoo Jung karena ia segera pergi meninjau bukti rekaman kamera dari TKP


Kembali ke Yoo Jung dan Min Hyuk. Yoo Jung yang ketakutan masih di dalam dekapan Min Hyuk. Min Hyuk “Itu bukan sesuatu yang bisa diselesaikan hanya dengan mengatakan maaf. Karena aku merasakan begitu banyak rasa sakit”. 
 


Yoo Jung mau mengangkat kepalanya dari lengan Min Hyuk tapi Min Hyuk malah menahan kepala Yoo Jung dalam dekapannya. Polisi datang dan melepaskan Yoo Jung dari Min Hyuk “Hei, kamu! Apa yang terjadi disana? Apa yang kamu lakukan? Oh, astaga. Apa yang dilakukan orang-orang ini di kantor polisi?”. Min Hyuk “Lepaskan!”. Pak polisi “Ahjussi, kamu siapa?”. Min Hyuk “Jangan bersikap seolah-olah kamu takut dengan sesuatu yang kecil ini!”. 



Gwang Soo datang “Detektif Choi ! (Ternyata nama polisi yang menangani kasus tabrak lari itu Dek. Choi hehehe biasanya aku panggil Pak polisi”. Min Hyuk di lepaskan, Yoo Jung kelihatan sangat takut. Min Hyuk mendekat ke Yoo Jung “Aku akan menemui kamu lagi, supir pengganti”


Do Hoon melihat bukti CCTV yang didaatkan oleh Kepala Seksi Kim,namun kualitas gambar dari CCTV itu tidak begitu baik. Do Hoon “Tolong tunggu sebentar”. Kepala seksi Kim “CCTV di sekitar area ini kuaitasnya menyedihkan. Kita tidak bisa berharap banyak untuk memastikan wajah si pengemudi dan saya hampir tidak melihat nomor plat mobilnya ”. Do Hoon melihat mobil Gwang Soo yang juga terekam di cctv melintas di jalan dekat TKP “Tapi bagaimana dengan mobil ini? Jika kita bisa menemukan kotak hitam dari mobil itu, maka kita mungkin bisa menemukan drum yang dicurigai itu”. Kepala seksi Kim “Pak Jaksa Jangan pedulikan dirimu pada drum itu. Jika kotak hitam menangkap gambar wajah pengemudi lain, maka tersangka juga tidak bisa bersikeras lagi”


Min Hyuk pergi ke suatu tempat, ia bertemu dengan dalah satu petugas rumah sakit (kayaknya). Pria itu “Kami hanya membawa kembali apapun yang diberikan rumah sakit pada kami. Kecuali orang tua dari almarhum menanganinya sendiri, tidak ada upacara pemakaman untuk anak yang keguguran itu”. Min Hyuk “Ini adalah bayi yang dioperasi pada tanggal 24 di rumah sakit So Dam”. Pria itu bersikeras bahwa ia tidak tahu. Min Hyuk berbalik kepada Gwang Soo dan Gwang Soo langsung mengeluarkan amplop yang berisi uang lalu ia berikan pada pria itu. 



Setelah diberi pelican, pria itu mengambil kotak yang berisi janin bayi Ji Hee. Gwang Soo mengambil kotak itu dan memberikannya pada Min Hyuk
Min Hyuk membuka kotak itu dan melihat plastik yang membungkus janin bayinya bersama Ji Hee. Ia mencoba untuk menutup kotak itu tapi tidak bisa karena terlalu sedih.



Min Hyuk melakukan kremasi untuk janin bayinya dan abu dari hasil kremasi, ia satukan dalam tempat abu Ji Hee. Min Hyuk dan Gwang Soo berjalan keluar dari tempat penyimpanan abu Ji Heed an ternyata di belakang mereka ada Yoo Jung yang datang untuk melihat Ji Hee. Min Hyuk “Gwang Soo “. Gwang Soo “Ya Tuan”. Min Hyuk “Kenapa semua orang yang aku cintai pergi seperti ini?”



Yoo Jung berdiri di depan lemari tempat abu Ji Hee disimpan. Yoo Jung menangis  “Apa yang aku...? Apa yang aku lakukan dengan ini? Saya sangat minta maaf. Saya sangat menyesal ”


Min Hyuk sedang minum bersama Park Hyun Seok (Senior Do Hoon di kantor). Min Hyuk “Aku kira hukum negara ini mengijinkan orang-orang yang telah membunuh berkeliaran dengan bebas?”. Hyun Seok “Sejak kapan kamu memperdulikan dirimu tentang hukum? Omong-omong, kenapa kamu ikut campur pada kasus orang lain?”. Min Hyuk “Karena itu bukan kasus orang lain”. Hyun Seok “Siapa? Apakah itu Kang Yoo Jung?”. Min Hyuk “Menurutmu apa yang akan terjadi?”. Hyun Seok “Yah, banyak bukti yang hilang karena hujan, tapi mereka sudah menemukan jejak kaki di dekat korban. Tapi suram semacam itu, jadi sulit untuk dibedakan. Lagi pula kita bisa menggunakannya sebagai bukti, meskipun (tersangka) tahu itu kecelakaan tapi melarikan diri”. Min Hyuk “Maksudmu (tersangka) melihat, tapi pergi melarikan diri, bukan?”


Do Hoon masih sibuk bekerja dan Hyun Seok pun datang ke ruangan Do Hoon. Hyun Seok “Kamu tidak punya rencana khusus siang ini , kan?”. Do Hoon “Apa itu?”. Hyun Seok “Izinkan aku meminta bantuanmu. Ada seorang dongsaeng (dekat seperti saudara kandung) yang ku kenal. Kepribadiannya berlubang-lubang, tapi dia adalah seseorang yang aku ingin memiliki hubungan yang sangat baik seperti itu dengannya. Lelaki itu meminta untuk bertemu denganmu”. Do Hoon “Aku?”. Hyun Seok “Ya, aku rasa dia mengenal korban dari kasus tabrak lari tersebut. Dia bilang dia ingin bertemu dan mendengar secara langsung dari jaksa untuk kasus ini”. Do Hoon “Apakah ini seorang teman yang hebat (berkuasa) yang memanggil seorang jaksa?”. Hyun Seok “Bukankah putra tunggal K Grup, cukup hebat? Wow, dikatakan dia sudah menemukan mobil itu. Rasanya sedikit... kamu tahu (aneh) untuk meminta bantuanmu seperti ini, Jaksa Ahn. Jika itu terlalu sulit, aku kira itu akan baik-baik saja bila tidak pergi”. Do Hoon “Saya akan pergi Sunbaenim (senior). Saya juga penasaran untuk melihat apa yang ingin dia tahu”. Hyun Seok “Terima kasih”


Do Hoon akan berangkat menemui Min Hyuk tapi Gwang Soo sudah ada di depan kantor dan siap untuk mengantar Do Hoon. Gwang Soo “Jaksa Ahn? Saya akan mengantar anda ”. Do Hoon masuk kedalam mobil dan berangkat ke rumah Min Hyuk
 

Do Hoon diantar masuk kedalam ruangan Min Hyuk. Gwang Soo “Tolong tunggu disini sebentar”. Saat Gwang Soo baru saja pergi Do Hoon mendengar teriakan wanita dan berlari keluar menuju sumber suara itu.


  
Do Hoon mendapatkan sumber suara itu, ternyata Se Yeon yang bermain dengan anjing bernama Alex. Do Hoon memperhatikan Se Yeon dari jauh. Se Yeon menyadari kehadiran Do Hoon di dekatnya. Se Yeon “Kita pernah bertemu sebelumnya, bukan?”. Do Hoon “Ya. Waktu itu...”. Se Yeon “Gigit (dalam bahasa korea)”. Do Hoon takut dan terjatuh. Se Yeon tertawa “Setz unde letge (duduk dan berbaring) Gut (bagus)”. Do Hoon berdiri lagi. Se Yeon duduk bermain bersama Alex “Anjing ini tidak mengerti bahasa Korea. Kamu lihat, dia sudah dilatih di Jerman. Aku mengatakannya jadi dia tidak bisa ingat”. Se Yeon berdiri lagi dan pergi bersama dengan Alex



Min Hyuk bertemu dengan Do Hoon. Min Hyuk “Anda tampaknya tidak seperti Hyungnim (pengacara lain) yang saya kenal. Silakan duduk, tidak perlu berdiri. Apa anda punya saudara?”. Do Hoon “Saya anak tunggal”. Min Hyuk “Sudah menikah?”. Do Hoon “Belum”. Min Hyuk “Untuk pria bujangan seperti ini, apakah punya pacar?”. Se Yeon datang dan mengambil gelas “Apa kamu sedang melakukan wawancara?”. Min Hyuk “Ini adalah Jaksa Ahn Do Hoon dari kantor Seoul”. Se Yeon “Senang bertemu denganmu lagi”. Min Hyuk “Ini adalah orang yang akan saya nikahi. Shin Se Yeon”. Do Hoon “Saya dengar anda penasaran tentang kasus yang saya ambil alih”. Min Hyuk “Ok. Mari kita langsung ke topik saja. Kematian karena tabrak lari, berapa lama hukuman penjara yang bisa anda berikan?”. Do Hoon “Saya tidak berpikir anda memanggil saya untuk keingintahuan seperti itu”. Min Hyuk “Senang melihat kita memahami satu sama lain. Saya dengar bukti dari kasus anda merupakan bukti yang cukup gagal. Apa alasan (tersangka) tidak didakwa atau pun (kasus itu) diseret kemana-mana?”. Se yeon meminum wine dan mendengarkan Min Hyuk yang berbicara. Do Hoon “Saya tidak bisa memberitahu anda hal itu karena kasus tersebut sedang dalam penyelidikan”. Min Hyuk “Apakah benar begitu? Kalau begitu lanjutkan penyelidikan anda dan kenapa anda tidak memberi Kang Yoo Jeong tamparan dengan hukuman maksimal?”. Do Hoon “Bolehkah saya bertanya apa sifat hubungan anda dengan Kang Yoo Jeong?”. Min Hyuk “Saya tidak tertarik dengan orang seperti Kang Yoo Jeong. Orang yang sudah terbunuh karena itu (Kang Yoo Jeong)... “. Se yeon menyambung sambil meminum winenya “Seo Ji Hee. Itu adalah wanita yang dicintai pria ini sampai mati. Saya kira anda tahu hal ini dengan sangat baik karena anda adalah jaksa yang bertanggung jawab atas kasus tersebut. Bukankah wanita yang telah meninggal itu sedang mengandung seorang anak saat itu?”. Min Hyuk “Se yeon Bagaimana bila kamu menghentikan minumanmu? Aku dengar, ibu akan datang malam ini”. Se Yeon “Aku pergi. Aku bahkan tidak bisa mengurusi rambutku karena membawamu kemari. Jika ibuku melihatku (dalam keadaan ini), dia akan mengatakan sesuatu”. Min Hyuk “Tunggu aku akan memanggil supir”. Se Yeon “Lupakan. Mencoba bersikap baik kamu tidak seperti mu dan kelihatan canggung. Teruskan saja cerita tentang wanita yang kamu sendiri tidak bisa hidup tanpanya ”. Do Hoon juga pamit pergi “Saya tidak bisa mengabulkan permintaan yang anda buat untuk kepentingan pribadi”. Min Hyuk “Itu bukan permintaan. Itu adalah deklarasi dari niat saya untuk melihat seberapa baik hukum itu akan dijalankan”


Do Hoon keluar dari rumah Min Hyuk dan melihat Se Yeon yang bersandar di mobil. Ia akan berjalan pergi tapi dompet Se Yeon jatuh karena Se Yeon sudah mabuk dan ia membantunya. Do Hoon “Saya akan mengemudi”. Se Yeon “Minggir”. Do Hoon “Anda sudah meminum 4 gelas wine sendirian”. Se Yeon “Jangan khawatir dan minggir”. Do Hoo “Saya khawatir”. Do Hoon masuk kedalam mobil Se Yeon dan menstater mobil Se Yeon.




Dari lantai atas Min Hyuk melihat Se Yeon dan Do Hoon yang naik mobil bersama. Min Hyuk “Gwang Soo”. Gwang Soo “Ya”. Min Hyuk “Mari kita gali sedikit informasi pada lelaki itu”. Gwang Soo “Ya tuan”







P.S :Maafkan aku karena nama tokoh dalam drama in kurang lengkap. Aku tidak tahu beberapa nama pemain tambahan yang sering muncul dan maaf kalau kualitas gambarnya kurang bagus. Happy Reading

Tidak ada komentar:

Posting Komentar