Love these songs^^

Jumat, 18 Oktober 2013

Sinopsis Secret Episode 2 Part 1

Sinopsis Secret Episode 2 Part 1


Episode ini di buka dengan beberapa scene dari episode 1 sampai kecelakaan yang dialami oleh Yoo Jung dan Do Hoon.





Saat Do Hoon keluar dari mobil ia meandapati sebuah tas di jalanan dan ternyata pemilik tas itu adalah Ji Hee yang sudah tergeletak tak sadarkan diri. Do Hoon ingin memeriksa tubuh Ji Hee tapi ia kaget saat Yoo Jung juga keluar dari mobil dan mencarinya. Do Hoon menghampiri Yoo Jung dan menyembunyikan fakta bahwa ia menabrak seseorang dan mengatakan bahwa itu hanya sebuah drum


Di rumah sakit, Min Hyuk terus memegangi tangan Ji Hee yang terbaring lemah. 



 Dokter datang. Dokter “Wali?”. Min Hyuk berdiri. Dokter “Bagian dalamnya robek karena benturan,sehingga dai pendarahan parah,karena dia ditinggalkan untuk waktu yang lama kelumpuhan hati dan limpa juga sudah dimulai. Masalah yang lebih serius adalah bayi dalam perutnya sudah meninggal,dan itu menekan rahimnya”. Min Hyuk kaget “Dia mengandung bayi?”. Dokter “Ya. Itu penting untuk mengeluarkan bayinya dengan segera”. Min Hyuk memohon “Tolong selamatkan dia. Tolong. Tolong selamatkan dia”. Dokter “Baiklah kami akan lakukan itu”. Dokter berbicara pada suster di sebelahnya “Beritahu Dokter Park untuk bersiap operasi”

Min Hyuk mencoba berkomunikasi dengan Ji Hee “Apa yang terjadi ? Apa yang terjadi Ji Hee ?”. Min Hyuk memegang perut Ji Hee lalu menangis. Min Hyuk “Gwang Soo,beritahu aku semuanya yang terjadi”
Do Hoo memeriksa bagian bawah mobilnya,lalu masuk kedalam rumah dan mencuci tangannya,ia mengingat tubuh Ji Hee yang tergeletak di jalanan dan tidak percaya akan apa yang telah ia lakukan.


Yoo Jung terus tersenyum saat membuat adonan roti. Ayah Yoo Jung “Tekan itu dengan ringan jadi dia bisa mengembang dengan baik”. Yoo Jung “Baiklah”. Ayah Yoo Jung “Bukan seperti itu,minggir”. Yoo Jung “Ayah”. Ayah Yoo Jung “Kenapa?”. Yoo Jung “Aku bermain dengan ini bukannya tanah liat. Aku setidaknya bisa membuat roti”. Ayah Yoo Jung “Apa? Rasa itu lebih penting daripada penampilannya. Kamu masih banyak yang harus dilakukan. Kamu harus belajar lebih banyak lagi”. Ayah Yoo Jung akan menempelkan tepung pada Yoo Jung,tapi Yoo Jung lebih deluan melemparkan tepung ke wajah ayahnya.LOL
 
Yoo Jung mengeluarkan roti dari oven “Ow Panas panas. Kelihatannya enak”. Ia mengigit salah satu roti lalu ayahnya mengambil roti itu “Hei Bayar sebelum kau memakannya”. Yoo Jung “Ayah jika kau memperlakukanku seperti ini, kamu akan menyesalinya setelah aku menikah”
  
Do Hoon bersiap untuk pergi kerja,ia melihat kartu identitasnya sebagai jaksa dan memasang wajah menyesalnya. 



Do Hoon mendengar ibunya yang terus berceloteh soal membuka kantor hukum sendiri pada Ayahnya “Ingat ketika anak #305 membuka praktek hukumnya, bagaimana rumah itu begitu pamernya. Ya itu pasti menghabiskan banyak uang. Aigoo Do Hoon duduklah. Makan yang banyak karena ini adalah hari pertamamu kerja. Pengacara belakangan ini,tidak begitu dihormati seperti sebelumnya. Itu sulit untuk mendapatkan sebuah kasus dimana kamu bisa menghasilkan banyak uang”. Ayah Do Hoon “Kau benar-benar berbicara uang uang dan uang dari awal”. Ibu Do Hoon “Siapa bilang itu karena uang? Bicara blak-blakan, berapa banayk seorang jaksa benar-benar menghasilkan dalam sehari. Jumlah uang yang kamu dapatkan dari Negara ini cukup sama. Aku hanya bangga Do Hoon belajar begitu giat untuk menjadi pengacara”
  
Ibu Do Hoon menganti topic pembicaraannya “Putraku, Kakak sepupu ke-8 dari Ahjumma Yeong Seok memiliki teman yang putrinya adalah dokter obat Asia,aku dengar dia cantik dan memiliki kepribadian yang baik”. Ayah Do Hoon memukul meja makan “Kamu benar-benar”. Ibu Do Hoon yang kaget membalas “Mengapa kamu berteriak sepagi ini?”. Ayah Do Hoon “Aku dengar dia member Yoo Jung cincin,mengapa kamu harus meniup uap”. Ibu Do Hoon “Cincin adalah cincin tapi terus terang,mereka belum mengadakan upacara pernikahan”. Ayah Do Hoon “Baiklah, lalu terus terang ketika Do Hoon tidak bisa membayar uang kulaih, siapa yang menolongnya? Dan siapa yang mengeluarkan semua uang saku setiap liburan? Membelikan dia sebuah mobil dan membayar asuransi. Ketika kamu hampir kehilangan rumah ini,siap yang menghalangi cek kosong itu?”. Ibu Do Hoon “Itu karena Yoo Jung melakukan itu semua atas kemauannya”.
Do Hoon angkat bicara “Apakah ibu ingin kami putus? Terima kasih karena mendukungku sampai sekarang, tapi karena aku seorang jaksa sekarang, aku akan menemukan seseorang dengan latar belakang yang bagus dan menikah. Kalau begitu yang ibu inginkan ”. Ibu Do Hoon “Tidak, itu tidak benar”. Do Hoon melanjutkan “Ibu jangan buat anakmu menjadi orang jahat” lalu berdiri dan meninggalkan meja makan
Ibu Do Hoon “Mengapa kamu sudah pergi? Setidaknya makan ini (telur)”. Do Hoon memakan telur yang ibunya suap dan langsung keluar rumah. 







 
Saat Do Hoon menuruni tangga di depan rumahnya ibu Do Hoon berteriak dari jendela rumahnya “Jaksa. Anakku jaksa semoga harimu menyenangkan. Aku cinta kamu!”. Ayah Do Hoon “Berisik sekali”. Do Hoon tersenyum pada ibunya dan ayahnya. Ayah Do Hoon juga berteriak “Pria tua, pulanglah dengan selamat”. Do Hoon memberi hormat pada orang tuanya lalu berangkat kerja tanpa menggunakan mobilnya
Gwang Soo sudah berada di kantor polisi. Seorang polisi datang dan berbicara “Tempat kecelakaan, anda mengamatinya langsung, bukan?”. Gwang Soo “Tidak saya tidak melihatnya secara langsung, tapi itu terekam di kamera keamanan”. Polisi “Tidak ada sebuah kamera keamanan di tempat kejadian. Ada sebuah kamera di dekat situ, jadi kami tahu mobil-mobil yang melalui tempat kejadian, tapi banyak sekali mobil-mobil”. Gwang Soo “Tapi anda tahu mobil-mobil yang lewat?”. Polisi “Baiklah, itu masih dalam penyelidikan”. Gwang Soo memberikan kartu identitasnya “Saya mohon bantuan anda”. Polisi itu nampak terkejut melihat kartu identitas Gwang Soo

Ayah Do Hoon sedang menyapu tangga depan rumahnya. Yoo Jung datang dan menyapa “Ayah mertua”. Ayah Do Hoon “ Ya Yoo Jung. Tapia pa yang kamu lakukan disini pada jam segini?”. Yoo Jung “Karena saya bekerja sore,hari ini”. Yoo Jung memberikan roti buatannya “Makan ini ketika anda lapar, saya memanggangnya pagi ini”. Ayah Do Hoon “Aigoo, semuanya? Terima kasih”. Yoo Jung “Tidak apa. Kunci mobil?”. Ayah Do Hoon “Oh ya ini. Mengapa mobil?”. Yoo Jung “Saya ingin memperbaiki sedikit. Sebelumnya saya melihat wiper tidak dalam kondisi yang bagus”. Ayah Do Hoon “Kamu harus memberitahu Do Hoon untuk melakukannya”. Yoo Jung “Ini adalah hari pertama oppa bekerja, jadi dia akan sibuk hari ini. Saya tidak ingin membuatnya khawatir. Saya akan pergi Ayah mertua”. Ayah Do Hoon “Baiklah. Yoo Jung, aku sudah dengar dari Do Hoon, terima kasih karena membiarkanku menjadi Ayah mertuamu”

Yoo Jung membawa mobilnya pada seorang Ahjussi kenalannya. Ahjussi yang memperbaiki mobil berkata “Hei walaupun wipernya patah. Ini tidak bisa diperbaiki dengan harga 150.000 won. Bawa itu ke bengkel lain, mereka akan meminta setidaknya 500.000 won”. Yoo Jung “Itulah sebabnya saya datang pada anda, Ahjussi. Anda dulunya bekerja untuk bengkel mobil jadi anda bilang kamu bisa memperbaiki hampir semuanya dengan mudah”. Ahjussi “Bahkan untuk mobil bekas murahan, onderdilnya sendiri akan seharga lebih dari 150.000 won”. Yoo Jung “170.000 won !pang pang pang (menggantikan palu)”. Ahjussi masih protes dengan harganya “Ayolah, aku sudah bilang padamu aku tidak bisa”. Yoo Jung mengambil sebungkus roti dan menyuapkannya ke Ahjussi itu “Saya memanggang ini. Roti kacang merah terakhir kali enak bukan? Bilang Ah...”. Ahjussi sangat senang karena Yoo Jung menyuapkan ia roti dan memberikan ia susu

Min Hyuk duduk termenung. Gwang Soo datang dan melaporkan informasi yang ia dapat. Gwang Soo “Video yang diambil dari CCTV di dekat jalan sduah keluar”. Min Hyuk “Katakan langsung. Apakah kamu menemukannya?”. Gwang Soo “Kami berakhir dengan tiga orang”



Min Hyuk melihat nama-nama orang yang di curigai menjadi tersangka. Min Hyuk  “Kang Yoo Jung. Apa ini?”. Min Hyuk mengingat saat ia mabuk dan Yoo Jung menjadi supir penggantinya,juga saat ia dan Yoo Jung yang bertemu di jalan tol. Min Hyuk kaget saat mendegar panggilan untuk dirinya “Wali Seo Ji Hee. Wali Seo Ji Hee. Tolong segera datang ke unit rawat intensif”



Min Hyuk masuk kedalam ruang ICU dan memegang wajah Ji Hee “Ji Hee. Ji Hee, kamu tidak apa? Ji Hee, apakah kamu baik-baik saja?”. Ji Hee tidak bisa berbicara karena sesak yang ia rasakan. Min Hyuk bertanya pada dokter “Mengapa dia seperti ini?” tapi Ji Hee berusaha untuk berbicara pada Min Hyuk dengan perlahan-lahan “Bayi kita”. Min Hyuk memegang tangan Ji Hee “Ji Hee. Semuanya akan baik-baik saja”. Ji Hee “Aku cinta kamu”. Min Hyuk “Apa yang kamu katakan?”. Ji Hee “Aku cinta kamu”. Ji Hee mengatakan kata terakhirnya pada Min Hyuk dan menutup matanya untuk selamanya. Min Hyuk “Ji Hee, Ji Hee, Ji Hee, Ji Hee, Ji Hee, coba buka matamu! Ji Hee, Ji Hee “. Dokter mengumumkan meninggalnya Ji Hee “Seo Ji Hee, 25 tahun,pada jam 11.57 meninggal dunia”

Dokter dan perawat akan keluar dari ruangan tapi Min Hyuk menarik kerah baju salah satu dokter. Min Hyuk “Saya sudah bilang pada anda untuk menyelamatkan dia.  Saya sudah bilang pada anda untuk memastikan dia hidup! Buat dia hidup. Buat dia hidup.” Min Hyuk mengangkat kepalan tangannya dan berniat untuk memukul Dokter tersebut dan untunnya Gwang Soo menahannya “Brengsek. Lepaskan, lepaskan,lepaskan,lepaskan”. Min Hyuk meronta dan mendorong Gwang Soo dan akhirnya mereka berdua terjatuh

Do Hoon sibuk mempelajari berkas dengan pasal tabrak lari. Seniornya masuk dan ia langsung menyembunyikannya. Senior Do Hoon “Hei, tidakkah kamu bekerja terlalu keras, dari hari pertamamu?”. Do Hoon “Tidak”. Senior Do Hoon “Tidakkah kamu lelah akan rutinitas kerjamu? Menjadi terlalu serius bisa menjadi tidak nyaman. Ayo pergi”. Do Hoon “Maaf?”. Senior Do Hoon “Karena kamu baru, inisiasi adalah perintah?”

 
 Se Yeon dan teman-temannya sedang berkumpul dan bercerita. Salah seorang teman Se Yeon bertanya pada teman yang lain “Apakah kamu selesai membangun gedung itu?. Wanita itu menjawab “Karena itu aku ada di Hong Kong”. Yang lain menambahkan “Gedung lebih baik daripada manusia” dan mereka tertawa bersama. Teman Se Yeon juga bertanya pada Se Yeon “Se Yeon, kamu kembali dari Perancis, bukan?”. Se Yeon “Ya”. Teman Se Yeon “Aku dengar kamu akan menikah. Aku rasa itu pasti benar”. Salah seorang teman Se Yeon kaget “Menikah? Aku dengar ibumu membuka sebuah galeri. Bukankah karena itu kamu datang? Untuk menolongnya? ”. Teman Se Yeon yang lainnya menebak “Jo Min Hyeok, apakah aku benar?”. Se Yeon “Itu belum pasti, itu masih dalam pembicaraan orang tua”. Teman Se Yoen “Aku dengar kalau semua artis wanita terkenal dan popular datang ke pesta klub Jo Min Hyeok”. Yang lainnya juga menambahkan “Aku bertemu dengan Hong Jeong Ah di salon, dan dia pikir dia berkencan dengan Jo Min Hyeok”. Teman Se Yeon yang tadi menebak kaget “Hong Jeong Ah? Bukankah dia sudah? Itu kasar”. Se Yeon gerah melihat teman-temannya,ia meminum winenya dan tidak merespon apa-apa

 Do Hoon keluar dari ruangan,tempat ia berkumpul bersama seniornya. Begitupun Se Yeon juga keluar dari ruangan, tempat ia dan teman-temannya berkumpul. Do Hoon dan Se Yeon berada di gedung yang sama tapi berbeda lantai. Se Yeon menendang kardus yang ada di depannya karena jengkel dan membuat sepatunya jatuh kelantai dasar. Do Hoon kaget melihat sepatu Se Yeon yang melintas di depannya. Do Hoon pun memperhatikan darimana sepatu itu berasal (Se Yeon ). 



Se Yeon menarik napas untuk menenangkan dirinya dan menuruni tangga untuk mengambil sepatunya yang jatuh. 
 
Do Hoon menghindari Se Yeon saat Se Yeon turun dari tangga dan lewat di depannya. Se Yeon berhenti dan berbicara pada Do Hoon “Apakah kamu puas memperhatikan? Kamu.. tampaknya tidak menjadi tamu yang bahagia juga”. Do Hoon bingung tapi ia terus memperhatikan Se Yeon yang menuruni tangga

Min Hyuk datang ke rumah duka Ji Heed an memberikan penghormatan yang terakhir unutuk Ji Hee. Ibu Ji Hee memegang tangan Min Hyuk dan menangis “Terima kasih atas kedatanganmu. Terima kasih. Apakah kamu mengenal baik Ji Hee kami?”. Min Hyuk menarik tangganya “Saya temannya”

 
Yoo Jung sibuk membuat roti dan selai baru untuk masukkan dalam kompetisi resep produk baru. Yoo Jung keluar dari tokonya dan melihat seseorang yang tidak ia kenal (Polisi yang menangani kasus tabrak lari Ji Hee) yang memperhatikan dan memotret mobilnya. Yoo Jung menegur “Ahjussi, ahjussi, apa yang kamu lakukan?”. Polisi itu “Apakah anda pemilik mobil ini?”. Yoo Jung “Ya”. Polisi “Kang Yoo Jung”. Yoo Jung “Ya”. Polisi “Malam tanggal 23 yang lalu. Antara jam 10 malam - 12 tengah malam, anda mengemudi sepanjang Rute 8, bukankah begitu?”. Yoo Jung diam. Polisi itu bertanya lagi “Anda tidak menyetir sendirian?”. Yoo Jung mengingat kata-kata Do Hoon bahwa dia meminum 2 gelas wine karena terbawa suasana senang dan mereka tidak boleh membuat masalah yang besar”. Yoo Jung menjawab “Ya saya yang menyetir. Ada masalah apa? ”. Polisi “Kecelakaan tabrak lari”. Yoo Jung kaget “Tabrak lari”. Polisi “Ya”. Yoo Jung “Apa yang anda bicarakan?”


Anggota keluarga Jo sedang berada di ruang makan kecuali Min Hyuk. Ny.Hong membuka pembicaraan “Bulan depan kamu akan membuka sebuah musikal baru. Kali ini penonton harus agak penuh agar aktor kita merasa energik”. Ketua Jo tertawa “Tinggalkan beberapa kursi kosong untuk karyawan kita”. Ny. Hong juga tertawa karena senang ia mengambilkan sayur untuk Ketua Jo “Di musim dingin mereka bilang terong adalah obat kuat yang alami. Makanlah sedikit”. Ketua Jo tertawa lagi dan memakan sayur pemberian isterinya


Min Hyuk masuk kedalam ruang makan dan suasana langsung berubah. Ny.Hong “Min Hyeok. Apa yang kamu lakukan semalaman sehingga kamu baru saja masuk?”. Min Hyuk menatap ayahnya “Ji Hee meninggal dunia”. Ketua Jo “Kepala pelayan Yoon. Bawakan semangkuk besar garam dan taburi. Hantu tidak baik untuk rumah bisnis”. Min Hyuk tersenyum sinis “Tentu saja, Mengapa? Jadi kamu bisa memisahkan kami bahkan dalam kematian?”. Ketua Jo “Aku suka pandangan itu dalam matamu. Ketika kamu kalah, kamu bisa juga beruntung”. Min Hyuk memukul meja makan “Jadi, jadi kamu mengirimkan ibu seperti itu?”

 
Ny. Hong mencoba menenangkan suasana dan mendekati Min Hyuk lalu memegangnya “Min Hyuk. Kata-katamu terlalu kasar pada Ketua, naik ke kamarmu”. Min Hyuk menjauhkan tangannya dari ibu tirinya “Jangan ikut campur dan pergi. Kami sedang bicara sebagai keluarga”. Ny. Hong menaikkan nada suaranya “Min Hyuk !”. Min Hyuk juga menaikkan nada suarannya dan membentak ibu tirinya “Aku bilang pikirkan saja urusanmu dan pergi!”. Seorang pelayan mengeluarkan Min Joo dari ruang makan. Ketua Jo berbicara “Ketika kamu kecil, kamu merengek karena anjing yang kita besarkan di rumah ini meninggal,  lalu setelah itu kamu masuk ke dalam mobil. Selama beberapa hari kamu hanya mengendarai itu. Berapa umurmu? Apakah kamu di usia yang merengek karena mainanmu patah?”. Min Hyuk “Bagaimana denganmu, Ayah? Karena kamu membutuhkan mainan lain, itulah mengapa kamu membawa dia (menunjuk Ny. Hong)?”. Ny. Hong menampar Min Hyuk. Ketua Jo melanjutkan “Pergi. Pergi dan hiduplah sendiri, coba jalani dengan cara apapun yang kamu mau. Dengan usahamu sendiri, untuk anak yang tidak pernah menghasilkan sepeser pun, kebebasan yang kamu bicarakan, bahkan kebebasan itu, aku yang memberikannya padamu, kamu akan menyadarinya dengan sakit dalam tulangmu!”. Min Hyuk menatap marah ibu dan ayahnya lalu pergi


Seorang wanita ( kayaknya sekretaris) masuk kedalam ruangan Do Hoon “Ini dikirim untuk anda, Jaksa Ahn”. Dua orang senior Do Hoon yang salah satunya adalah ketua dari jaksa dikantor Do Hoon  juga datang menghampiri Do Hoon “Jaksa Ahn? Apakah anda sudah makan?”. Do Hoon “Ya”. Atasan Do Hoon “Bagaimana perasaanmu saat mengambil kasus pertamamu?”. Do Hoon “Saya tegang”. Atasan Do Hoon “Tidak harus merasa tegang. Karena polisi sudah memutuskan untuk menuntut, itu artinya mereka sangat yakin. Anda hanya perlu mengikuti saja”. Do Hoon “Ya”. Senior Do Hoon yang lain berbicara “Ketua, apa anda tidak terlalu lunak karena ini adalah kasus pertama dia? Semua yang harus dia lakukan muncul, dan dia akan memenangkan kasus ini. Sementara anda memberikan saya kasus sulit semacam itu”. Atasan Do Hoon “Kerja keras ya”. Dan yang lainnya juga menambahkan “Ya, Kerja keras”


 

Do Hoon melihat berkas kasusnya. Do Hoon kaget saat membaca Kang Yoo Jung sebagai pelaku dan Seo Ji Hee yang menjadi korbannya, juga TKPnya adalah tempat kecelakaannya bersama Yoo Jung.



Yoo Jung melamun di tempat kerjanya, ia mengingat kata- kata dari polisi tadi “Itu tabrak lari, itu bukan berarti Kang Yoo Jeong adalah pelaku kejahatan, dan kendaraan yang melewatinya pada saat kejadian, kami sedang berada di tengah-tengah penyelidikan. Tolong bekerja sama dengan kami”. Yoo Jung kaget saat ada pelanggan yang datang dan langsung melayani pelanggan dengan baik. Yoo Jung menerima panggilan dari ayahnya. Yoo Jung “Ya Ayah “. Yoo Jung “Hei, Yoo Jeong! Kamu menerima sebuah paket. Apa ini semua?”. Ayah Yoo Jung membaca kertas konfirmasi “Konfirmasi Kompetisi Resep Kontes Final”. Yoo Jung “Benarkah?”. Ayah Yoo Jung “Hei ! Kenapa begitu banyak hal baik yang terjadi?”. Yoo Jung senang “Bacakan lagi, ayah”. Ayah Yoo Jung “Konfirmasi Kompetisi Resep Kontes Final”. Yoo Jung lompat kegirangan


Yoo Jung menutup ruangannya. Ia lari dengan kegirangan. Yoo Jung kaget melihat Do Hoon “Oppa. Apa yang membawamu kemari? Lagi pula aku akan pergi menemuimu ”. Do Hoon tidak menjawab dan menunjukkan wajah sedihnya. Yoo Jung “Kenapa Oppa?”. Do Hoon memperlihatkan kertas yang ia bawa. Yoo Jung bingung melihat data dirinya yang tercantum di kertas Rekaman Pribadi Pelaku Kejahatan dan Laporan Kejadian

Do Hoon dan Yoo Jung sudah berdiri bersama di luar. Do Hoon “Kenapa kamu tidak memberitahuku?”. Yoo Jung “Belum lama ini sejak kamu mendapatkan pekerjaan sebagai jaksa. Aku tidak berpikir kamu harus pergi ke kantor polisi jadi…”. Do Hoon “Kamu bodoh, apa kamu tahu betapa besarnya kasus ini?”. Yoo Jung “Dikatakan itu hanya referensi penyelidikan, menyelidiki semua orang yang melintasi jalan itu pada hari itu”. Do Hoon “Referensi? Kamu adalah tersangka utama dari insiden tabrak lari yang melibatkan kematian. Polisi sudah menetapkan surat perintah untuk penangkapan kamu”. Yoo Jung “Kematian?”. Do Hoon “Tapi apa semua ini? Kenapa itu dikatakan bahwa kamu pengemudinya?”. Yoo Jung “Tidak…Karena aku pemiliki mobil itu... Jadi aku hanya...”. Do Hoon “Kenapa kamu memperbaiki mobilnya? Aku bilang buang saja itu karena itu membawa sial. Aku bilang aku mengurusnya, kenapa dengan sia-sia... Kamu seharusnya memberitahuku!”. Yoo Jung “Kamu sudah benar-benar sibuk tanpa itu, aku tidak ingin membuatmu memperhatikan masalah ini”. Yoo Jung “Kamu sudah benar-benar sibuk tanpa itu, aku tidak ingin membuatmu memperhatikan masalah ini”. Do Hoon “Mereka bilang bengkel itu juga tidak sah”. Yoo Jung “Itu.. Aku ingin mendapatkan biaya yang murah, jadi.. Tapi aku bisa menjelaskan semuanya”. Do Hoon “Aku tidak butuh penjelasanmu. Orang-orang itu, hanya percaya pada yang mereka lihat”. Yoo Jung “Tidak masuk akal! Kita tidak melakukan kecelakaan tabrak lari itu. Kita juga hampir mati. Waktu itu, tiba-tiba sebuah truk datang, dan kita menabrak drum dan... Kemudian... kita juga korban!”. Do Hoon “Karena itu tidak adil, bukan berarti kita tidak bersalah”.


Do Hoon menarik tangan Yoo Jung dan membuat barang bawaan Yoo jung jatuh. Yoo Jung “Oppa!Oppa!” . Do Hoon “Mari kita pergi dan katakan pada mereka kebenarannya. Ini tidak masuk akal ”. Yoo Jung “Oppa tunggu”. Do Hoon berhenti “Aku bilang mari kita pergi”. Yoo Jung “Bagaimana denganmu? Apa yang akan terjadi padamu?”. Do Hoon “Aku adalah jaksa untuk kasus ini. Bahkan bertemu denganmu sekarang adalah tindakan ilegal.Lagi pula aku akan menyerah menjadi seorang jaksa. Bagaimana ini terjadi...”. 



Yoo Jung duduk di bawah dan membuka dompetnya yang jatuh bersama barang bawaannya lalu mengeluarkan daun semanggi yang berdaun 4 “Aku tidak mau pergi. Oppa, apa kamu ingat hari pertama kita bertemu?”. Yoo Jung berdiri menatap Do Hoon “Apa kamu ingat yang kamu katakan?”
 Flashback…..


Yoo Jung sedang mengisi bensin ke mobil pelanggan (Yoo Jung bekerja di SPBU) tapi diteriaki dan di marahi oleh bosnya “Apa pikiranmu waras? Hei kamu si bodoh . Kamu tidak bisa mengisi bensin ke mobil diesel. Apa kamu melihat striker itu”. Yoo Jung tidak memperdulikan Bosnya,ia lanjut memberikan kembalian pada pelanggan yang ia layani “Ini kembaliannya. Terimakasih, sampai bertemu lagi”


Atasan Yoo Jung lanjut memarahi Yoo Jung “Hei. Ini mobil asing. Apa yang akan kamu lakukan mengenai hal ini?”. Yoo Jung “Saya ingin mengisi solar di sana, tapi anda meneriaki saya bahwa mobil itu menggunakan bensin”. Bos Yoo Jung “Aku menerima kamu karena aku melihat situasimu, dan sekarang kamu berbohong padaku?”. Yoo Jung membela diri “Walaupun aku berbuat salah aku tidak berbohong”. Bos Yoo Jung memukul kepala Yoo Jung berkali-kali “Hei ! Hei! Apa yang kamu lakukan itu baik bila kamu berteriak? Meskipun itu tidak cukup, meskipun kamu memohon mengatakan kamu bersalah!”. Yoo Jung “Saya bersalah”. Bos Yoo Jung “ Apa?”. Yoo Jung “Saya bersalah!”. Bos Yoo Jung “Kamu bersalah, kan? Lalu apa yang akan kamu lakukan mengenai hal ini? Ini, aku akan mulai memotongnya dari gaji bulan ini?”. Yoo Jung “Tolong jangan. Anda tahu situasi saya sekarang”. Bos Yoo Jung “Aku tidak tahu mengenai situasimu, tapi apa yang akan kamu lakukan mengenai situasiku?”

Do Hoon datang dan lansung membela Yoo Jung “Menurut hukum sipil 756, Orang yang bekerja untuk orang lain, jika karyawan, saat melakukan bisnis, merugikan orang ketiga, dinyatakan majikan memiliki tanggung jawab untuk mengimbanginya, Untuk mengatakannya dengan mudah, itu artinya karyawan juga memiliki tanggung jawab. Setelah kendaraan itu telah dihidupkan, bahkan ada contoh kasus, di mana pengemudi juga bertanggung jawab untuk 20% karena kelalaiannya. Yoo Jung tersenyum melihat Do Hoon. Bos Yoo Jung “Kamu siapa?”. Do Hoon menempelkan badannya ke Yoo jung “Saya pacarnya”



Do Hoon sedang duduk di halte bus, Yoo Jung datang dan berbicara “Permisi,  Terimakasih telah membantu. Tapi kenapa kamu membantuku?”. Do Hoon “Tidak ada alasan untuk membantu seseorang”. Yoo Jung “Lalu kenapa kamu mengatakan kamu adalah pacarku?”. Do Hoon “Karena jika aku bilang aku tidak mengenalmu, dia mungkin menyuruhku untuk pergi”. Yoo Jung “Lalu kami bisa saja bilang kamu adalah kakakku”. Do Hoon membalas dengan cepat “Kita tidak mirip. Kenapa?”. Yoo Jung “Kamu tidak pernah kalah dalam berargumen, bukan?”. Do Hoon “Belum” .Yoo Jung “Aku kira kamu akan selalu menang saat kamu menjadi seorang jaksa”. Do Hoon “Aku kira mungkin”. Yoo Jung “Lalu apa kamu akan membantuku jika aku berada dalam situasi yang tidak adil?”. Do Hoon “Aku akan membantu semua orang yang tanpa uang dan kekuasaan”. Yoo Jung “Bagaimana dengan orang-orang yang memiliki uang dan kekuasaan?”. Do Hoon “Orang-orang seperti itu menemukan jalan mereka sendiri untuk bertahan hidup”. Yoo Jung “Bagaimana jika kamu berpura-pura tidak mengenalku saat aku datang berkunjung?”. Do Hoon mengeluarkan daun semanggi berdaun 4 dan memberikannya ke Yoo Jung “Di masa mendatang, datang temui aku dengan ini. Aku akan berpura-pura untuk mengenalmu”. Do Hoon naik ke atas bus dan meninggalkan Yoo Jung yang terus memperhatikan daun semanggi pemberiannya.
Kembali kemasa sekarang…..hehehehh



Yoo Jung menunjukkan daun semanggi pemberian Do Hoon “Ingatkan kamu mengatakan padaku untuk datang dengan ini saat ada sesuatu yang tidak adil? Bantu aku, Aku rasa pacarku dengan tidak adil akan disematkan sebagai pelaku tabrak lari. Untuk saat ini, aku bilang akulah pengemudinya. Jadi... Oppa, tolong selamatkan pacarku”. Do Hoon menitikkan air mata “Yoo jung….”. Yoo Jung juga menangis “Kamu akan membantuku, kan?”. Do Hoon “Saat didakwa, kamu harus pergi sidang. Itu bisa berjalan salah. Tabrak lari minimal 5 tahun penjara. Apa kamu apa artinya itu?”. Yoo Jung “Aku percaya padamu”. Do Hoon “Tapi ini…”. Yoo Jung memperbaiki dasi Do Hoon “Kamu terlihat tampan. Mendaki selangkah demi selangkah untuk menggapai mimpimu, itu adalah cara yang terlalu mengagumkan”. 


Yoo Jung memberikan daun semanggi pada Do Hoon “Selama ini kamu sudah bekerja begitu keras untuk berada disini, aku lebih tahu itu daripada siapa pun. Aku tidak bisa membuangnya kali ini karena sesuatu yang tidak adil seperti ini”. Do Hoon “Lalu untuk apa semua waktu yang telah kau lalui dengan bekerja keras?”. Yoo Jung “Mimpiku hanya bisa digapai saat kamu bersamaku. Menundanya untuk sementara waktu seperti ini tidak akan membuatnya menghilang”. Do Hoon “Tapi ini”. Yoo Jung menggenggam tangan Do Hoon “Aku mencintaimu. Lebih daripada diriku sendiri. Aku percaya padamu. Kamu juga percaya padaku, kan? Aku yakin ada kesalahan. Kita tahu ini tidak benar. Jadi lindungi aku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar