Love these songs^^

Kamis, 10 Oktober 2013

Sinopsis Secret Episode 1 Part 2




Gwang Min melaporkan pengeluaran Min Hyuk “8.740.000 won untuk 3 mobil atas nama anda,jumlah uang yang dikeluarkan akhir bulan lalu untuk membayar denda, 24.500.000 won, nota untuk kamar hotel tempat anda menginap dan nota baju milik perempuan”.

Ketua Jo angkat biacara “Anak yang bahkan tidak pantas mengganti celananya sendiri jika aku membesarkan dia seperti ini terlebih kau tidak memberikan kontribusi sama sekali pada perusahaan setidaknya janga menambah masalah !”. Ketua Jo berbicara pada isterinya (Ny.Hong In Jo) “Adikmu,suruh dia datang ke kantor pusat. Yang dia lakukan di Cheongjoo Resort sudah cukup. Suruh dia datang dan bersiaplah untuk mengambil alih kasino itu. Kau urus bioskop yang ada di dalam kasino itu”. Min Hyuk tidak suka keputusan ayahnya “Ayah!”. Sedangkan Ny. Hong sangat senang mendengar keputusan suaminya “Presdir”

Ketua Jo melanjutkan “Minta maaflah pada  Wakil Shin dan akhiri pernikahan ini. Ini kesalahanku karena kukira anak itu menguntungkan. Keluar ! Tidak ada lagi yang perlu ku bicarakan denganmu”. Ny.Hong mencoba membela Min Hyuk “Presdir. Tapi Min Hyuk punya cincin yang dibuat untuk Se Yeon. Mungkin aneh karena mereka hanya teman. Se Yeon datang hari ini kan? Ada untusan yang menyuruh kami tidak mengirim orang,karena kami akan menjemputnya. Kau ikutkan ?”. Min Hyuk “Aku ikut. Aku harus menjemput Se Yeon”. Ny.Hong “Tolong maafkan Kesalahan Min Hyuk,Presdir. Mereka bilang bermain-main saat mereka masih muda itu bagus untuk kehidupan pernikahan. Bukankah anda bisa melihatnya dengan melihatku?”. Min Hyuk jengkel melihat ulah ibu tirinya,ia pun keluar dari ruangan.

Min Hyuk turun dari tangga,ia bersiap-siap untuk menjemput Se Yeon. Ny.Hong datang dan membawa kotak yang berisi cincin kepada Min Hyuk “Min Hyuk. Apa kau pergi untuk menjemput Se Yeon,kau harus membawa cincin ini”. Min Hyuk mengambil kotak cincin dari tangan Ny.Hong “Ahjumma,aku mengijinkanmu menjadi manis di depan pria tua itu,tapi jangan tersenyum didepanku dan bertingkah seperti ibuku,karena aku tidak tahan melihat itu”. Ny.Hong “Min Hyuk,kau pasti sulit mengucapkan terima kasih. Pergilah “. Min Hyuk “Baik”. Min Hyuk pergi untuk menjemput Se Yeon.

Di tempat lain (tempat kerja Yoo Jung dan Hae Ri). Hae Ri “ Terima kasih ini kembalian 2000 won,sampai jumpa. Aku mencintaimu,pelanggan”. Yoo Jung “Aku mencintaimu pelanggan” Yoo Jung diberi sebuah botol minuman dari pelanggan itu. Yoo Jung “Omo,terima kasih”. Pelanggan itu “Tolong buangkan”. Yoo Jung sadar kalau botol itu sudah kosong ia memberikan struk kepada pelanggan “Oh Ini.Hati-hati di jalan”. 

Yoo Jung sedang makan dengan petugas tol yang lainnya. Ahjumma teman kerja Yoo Jung “Pasti nanti akan sulit”.  Hae Ri “Aigoo itulah yang aku katakan.Apa ini?”. Yoo Jung “Kita selalu menyisakannya di piring,lebih baik aku memakannya lalu membuangnya”. Hae Ri “Takkan membantu meskipun kau melakukannya. Orang yang punya uang,menghabiskan uang banyak itulah sebabnya orang yang bekerja keras tidak punya uang”. Ahjumma “Apa kau bekerja keras?Karena wajah dan tubuhmu kau pasti punya banyak waktu untuk berbelanja. Lihatlah Yoo Jung,dia selalu bekerja”. Hae Ri “Ya,ya,ya bekerja tiap hari,tiap malam demi membantu pacarnya,dia sama sekali tidak menabung. Kemarin saja,dia menjadi supir pengganti” Yoo Jung bergerak cepat menyumbat mulut Hae Ri dengan makanan “ Enakkan?”. Ahjumma “Dimana tempat cara makan malam perusahaan hari ini?Apa sup tulang babi dan kentang lagi? ”. Yoo Jung “Aku ingin ikut tapi hari ini aku tidak bisa”. Ahjumma “Kenapa?”. Yoo Jung karena hari ini benar-benar hari yang penting”

Di bandara, Se Yeon keluar dan Min Hyuk langsung merangkul Se Yeon. Min Hyuk “Lama tak jumpa, Shin Se Yeon”. Se Yeon “Apa mau mu?”. Min Hyuk “Kenapa aku datang ke bandara?Aku datang untuk menjemputmu”.Min Hyuk  mengeluarkan kotak cincin dan memperlihatkan kotak itu ke Se Yeon “Dan aku disini,untuk memberikan cincin ini padamu. Keluargamu dan keluargaku sudah seperti saudara sejak dulu. Kenapa kita tidak menikah saja?”
Se Yeon tidak menghiraukan cincin itu dan terus berjalan. Min Hyuk mengejar Se Yeon “Apa kau tak mau menerimanya?”. Se Yeon “Kalau kau tidak mau menikah jangan melakukannya. Memanfaatkan ayahku sebagai alasan,sudah ku bilang jangan memaksa”. Min Hyuk “Aku tidak pernah bilang aku tidak menyukainya.Kenapa aku harus tidak menyukainya?Dana rahasia atau komite investigasi,para jaksa dan awak media terus mengganggu perusahaan kami,tapi jika kau menikah denganku,aku membayangkan ayahmu akan melindunginya sebagian. Juga untuk keluargamu,punya sumber daya yang sudah pasti,bukankah itu menguntungkan bagi kita berdua?Pada akhirnya,ini adalah perkawinan perjanjian,karena kita saling mengenal,bukankah itu lebih baik?”. Se Yeon “Benarkah?”. Min Hyuk “Ya,benar. Terima saja. Ini sangat mahal (Cincin)”. Se Yeon “Memang. Apa ada lagi yang kau punya selain uang?”. Min Hyuk “Lalu kenapa kau tidak menerimanya?Atau aku kan membuangnya”. Se Yeon “Mudah Apakah semudah itu?Kalau begitu buang saja”. Se Yeon menabrak Min Hyuk dengan trolley yang ia bawa.HAHAHAHAHA

Min Hyuk dan Se Yeon sudah berada diatas mobil. Min Hyuk melanjutkan pembicaraan mereka “Lalu apa maumu?Jika kau tidak mengambilnya,kau bisa membatalkannya atau yang lain”. Se Yeon “Jika aku membatalkannya…”. Min Hyuk “Aku akan memberikan apapun yang kau mau. Tapi aku tidak bisa membatalkannya lebih dulu. Kalau ayahku mendengarnya,dia akan segera mengusirku. Ayahmu juga tidka menyukaiku”. Se Yeon “Dia tidak mempedulikan masalah itu. Karena seberapa jeleknya makanan anjingmu,dia akan tetap membutuhkan K group”. Min Hyuk “Tidak ada yang berjalan dengan benar,makanan anjing…. Lagipula kau tidak suka hidup bersamaku. Bisakah kau bayangkan kita hidup bersama?”. Se Yeon tersenyum. Min Hyuk “Kau tersenyum. Kaulah yang akan menjadi orang pertama yang membatalkan pernikahan ini. Mengerti?”



Yoo Jung menyambut mobil Min Hyuk di tempat pemabyaran jalan tol “Aku mencintaimu pelanggan. Semuanya 8000 won”. Min Hyuk kaget “Oh pengganti. Apa disini tempat kerjamu?”. Yoo Jung “Pelanggan,tarif tolnya 8000 won”. Min Hyuk melihat kaca spionya dan sudah banyak mobil yang mengantri dibelakangnya,ia pun mempermainkan Yo Jung “Bagaimana ini? Aku lupa membawa dompetku”. Yoo Jung “Apa perlu kami mengirimkan tagihanya dengan melacak mobilmu atau kau bisa jalan kesana…?”. Min Hyuk “Oh benar berkat dirimu,aku tidak menyetir dalam keadaan mabuk semalam,aku senang”. Yoo Jung “Akan kupastikan tagihannya sudah dikirimkan padamu,kau bisa memberikan biaya supir pengganti sebesar 15.000 won secara terpisah ”. Min Hyuk “Hei,kau meminta biaya supir pengganti? Bekerja sangat keras seperti itu,kau akan menjadi seorang chaebol (anak orang kaya) Tapi,aku sungguh tidak punya uang,bagaiman ini. Kau mau meminjamiku?”. Yoo Jung “Apa?” 


Se Yeon gerah melihat ulah Min Hyuk “Berapa?” Min Hyuk “Kenapa kau yang membayar ?Aku yang berhutang. Oh karena aku tidak suka punya hutang ini. Ini jaminannya (Min Hyuk mau memberikan cincin pernikahannya ke Yoo Jung”. Se Yeon “Apa yang kau lakukan?”. Min Hyuk “Kau bilang kau tak mau menerimanya”. Min Hyuk ke Yoo Jung “Whoa kubilang terima ini sebagai jaminannya”. Yoo Jung “Pelanggan”. Min Hyuk “Benar,pelanggan. Aku pelanggan yang kau cintai. Seseorang yang harus kau cintai (Mengarah ke papan nama Yoo Jung yang tertulis aku mencintaimu pelanggan). 
Ini (Min Hyuk melemparkan kotak cincinnya)” Yoo Jung refleks menangkap kotak cincin itu. Min Hyuk tersenyum “Nice catch (Tangkapan yang bagus)”. Yoo Jung “Hei”. Se Yeon “Jo Min Hyuk !”

Yoo Jung keluar dari ruangannya dan menghentikan mobil Min Hyuk. Min Hyuk menurunkan kaca jendelanya “ Simpan baik-baik. Aku akan mengambilnya besok”. Yoo Jung “Kau bukan hanya tidak punya uang tapi…kau juga tidak sopan pada orang lain pelanggan (Yoo Jung memukul jendela mobil Min Hyuk)” . Min Hyuk “Kau pandai menilai orang tapi jangan memukul ini (Jendela). Sampai jumpa lagi (Min Hyuk mengedipkan matanya). Yoo Jung “Maaf.Maaf Heiii”. Hae Ri bingung melihat Yoo Jung yang berteriak kearah mobil Min Hyuk.
Yoo Jung berhenti berteriak karena sudah ada mobil berikutnya yang akan membayar tol. Yoo Jung “Maafkan aku pelanggan. Aku mencintaimu pelanggan”
Min Hyuk terus tersenyum melihat ke arah belakang leawat kaca. Se Yeon “Apa yang kau lakukan?”. Min Hyuk “Aku pikir kau tidak mau menerimanya. Mengapa?Apa sayang kalau aku memberikannya pada orang lain?”. Se Yeon “Apa kau pikir aku merasa kehilangan cincin itu. Karena cincin itu kau harus dikasihani oleh gadis seperti itu?”. Min Hyuk “Ah benar-benar Shin Se Yeon. Tingkat kemarahanmu pasti berbeda dari orang lain”

Yoo Jung akan menyimpan kotak cincin Min Hyuk di lokernya,sebelum ia menyimpan kotak itu, Yoo Jung melihat isinya terlebih dahulu. Yoo Jung kaget melihat cincin dengan berlian besar didepannya,ia memperhatikan cincin itu lebih dekat dan langsung menutupnya saat Hae Ri datang. Hae Ri “Unni,ini sungguhan? Apa aku tidak boleh mencobanya?”. Yoo Jung “Cincin ini bukan milik kita,jadi jangan memegangnya”. Hae Ri “Kapan lagi aku bisa mencoba cincin seperti ini? Ijinkan aku mencoba sekali saja”. Yoo Jung menyimpan cincin Min Hyuk dan mengunci lokernya “Tidak”. Hae Ri terus meminta “Sekali saja. Sungguh”. 


Yoo Jung mengeluarkan kue buatannya dari kulkas. Hae Ri “Kau bahkan membuat kue karena ini hari yang special. Seharusnya kau juga memberi dia ponsel canggih atau kartu ucapan”. Yoo Jung “Orang lain juga melakukan hal yang sama. Inilah perbedaanya”. Hae Ri “Dari yang kulihat,sepertinya kau berusaha terlalu keras. Bhahkan hari ini tidak ada telepon untukmu, kan?” Yoo Jung terdiam. Hae Ri melanjutkan “Lihatlah. Lihat. Memang tidak ada. Kau hanya akan terluka karena melakukannya. Kita makan saja”. Hae Ri berusaha untuk membuka kotak kue Yoo Jung. Yoo Jung dengan sigap mengunci tangan Hae Ri.hahahahaha
Yoo Jung memeriksa kue buatannya “Kita lihat apakah kuenya rusak”. Ternyata kue tidak apa-apa.

Do Hoon berlari,ia bertemu dengan seorang wanita cantik. Do Hoon “Halo aku Ahn Do Hoon”. Wanita itu “Kau terlaru  keren untuk menjadi pengacara”. Do Hoon mendapat panggilan masuk dari Yoo Jung tapi ia reject.

Yoo Jung mendengar suara dari operator telepon tapi ia berpura-pura berbicara seperti Do Hoon menjawab panggilannya,karena ada Hae Ri disampingnya “Oh,oppa kau sibuk hari ini? Ah tidak apa-apa. Jam berapa kita bertemu hari ini?Oh baiklah”. Yoo Jung menutup teleponnya ia memandangi fotonya bersama Do Hoon yang tertempel dilokernya lalu menutup lokernya.


Yoo Jung membawa banyak belanjaan dan kue buatannya. Ia datang ke rumah Do Hoon. Ibu Do Hoon sedang sibuk menunggu perkembangan dari blind date Do Hoon dan terus memandangi ponselnya “Entah ya atau tidak … Setidaknya,seharusnya dia menelpon”. Ibu Do Hoon menelpon Ny. Park “Oh,Ny.Park. Dia bilang apa? Mereka menyukai Do Hoon,kan?”. Bunyi Bel rumah berbunyi Ibu Do Hoon menendang-nendang Ayah Do Hoon yang sedang menonton MV Abracadabra dari B.E.G  agar membuka pintu.
Ayah Do Hoon membuka pintu dan kaget melihat Yoo Jung yang datang dengan banyak belanjaan. Ibu Do Hoon juga mempercepat pembicaraannya dengan Ny,Park dan langsung menutup telepon.

Ibu Do Hoon “Kenapa kau tidak bilang kalau mau kesini? Do Hoon akan pulang larut malam”. Yoo Jung “Sudah lama sekali aku tidak mengunjungi kalian, Ibu dan Ayah”. Yoo Jung mengangkat labu yang ia bawa dan menunjukkannya pada orang tua Do Hoon “Bentuk labunya sangat bagus” dan tertaw

a. Orang Tua Do Hoon hanya diam melihat Yoo Jung
Ibu Do Hoon melihat buku kredit rumah,tapi matanya terus memandangi Yoo Jung yang sibuk di dapur rumahnya. Ibu Do Hoon “Kenapa kau sibuk sekali, Do Hoon mungkin sudah makan malam sebelum pulang”. Yoo Jung “Ayah sering batuk belakangan ini. Ini (labu) juga bisa dimakan sebagai cemilan dan banyak yang bilang ini juga bagus untuk sembelit,ibu juga harus memakannya”. Ibu Do Hoon “Sudahlah. Takkan ada yang memakannya”. Yoo Jung “Sekarang, semuanya sudah selesai. Ibu istirahat saja”. Ibu Do Hoon “Bagaimana bisa aku hanya melihat saja,saat ada tamu dirumahku!”. Yoo Jung “Kenapa aku ini tamu?Kurasa aku pernah mendengar bahwa Ibu sudah menganggapku seperti anak sendiri"


Ayah Do Hoon jatuh saat mencuci bawang Do Hoon jatuh saat mencuci bawang. Ibu Do Hoon “Aigoo, sudah kubilang jangan melakukannya. Bagaimana kita kan membereskan semuanya ini? Maksudku,sepertinya kau ingin membuang semu abawang ini”. Ponsel ibu Do Hoon bordering saat membantu suaminya membereskan bawang yang tumpah, Yoo Jung yang berada dekat dengan Ponsel Ibu Do Hoon memberitahu Ibu Do Hoon bahwa ada panggilan yang masuk tapi Ibu Do Hoon tidak merespon karena sibuk berbicara dengan suaminya.Yoo Jung menjawab panggilan di ponsel Ibu Do Hoon “Ya”. Ny,Park berbicara “Hye Ok-ah sepertinya gadis dipihak sana menyukai Do Hoon. Apa kata Do Hoon? Pihak sebelah sini sudah siap. Pihaknya sudah mengatakan kalau mereka akan menyiapkan kantor untuknya” Yoo Jung tak berdaya mendengar kata-kata Ny,Park ia hanya bisa menjawab dengan sabar “Tunggu sebentar aku akan memanggil Ibu”




Yoo Jung memanggil Ibu Do Hoon “Ibu ada telepon”. Ibu Do Hoon “Oh! Ya”. Ibu Do Hoon berdiri untuk memerima panggilannya, Ayah Do Hoon yang kakinya sakit karena terjatuh berkomentar “Aigoo,apa bawang itu lebih penting?”. Ibu Do Hoon “Bawang ini penting”. Ayah Do Hoon “Aigoo bahkan suaminya tidak dia pikirkan”.Ibu Do Hoon menerima ponselnya dari Yoo Jung dan langsung berbicara “ Ya?”. Ibu Do Hoon kaget dan salah tingkah karena Ny.Park yang menelponnya dan Yoo Jung sudah mendengar ucapan Ny.Park “Ya,nanti aku akan menelponmu nanti”



Yoo Jung melanjutkan masakannya dengan lesu ,Ibu Do Hoon menjadi tidak enak hati karena Yoo Jung sudah tahu tentang perjodohan Do Hoon.Suasana dalam rumah Do Hoon menjadi kaku,tapi Yoo Jung terus melayani orang tua Do Hoon bahkan megupaskan dan memotongkan apel untuk orang tua Do Hoon. 



Ibu Do Hoon pura-pura menguap “Kenapa sekarang aku ngantuk sekali? Berhentilah memotong Yoo Jung. Jika dia (Ayah Do Hoon) makan makanan yang asam malam-malam dia akan sendawa terus”. Yoo Jung “Ya”. Ayah Do Hoon “Bagaimana ini?Kau sengaja datang kesini tapi kau tidak bertemu dengan Do Hoon”. Yoo Jung “Tidak,aku kesini untuk bertemu dengan kalian. Aku pulang dulu. Beristirahatlah”. Ibu Do Hoon kelihatan senang “Kau mau pulang?Jangan terus-terusan berbelanja untuk kami. Tidak baik bagi seorang gadis dewasa keluar masuk rumah orang lain”. Yoo Jung pamit pulang dengan membawa kue buatannya.


Ibu Do Hoon membuka tudung sajinya dan melihat hasil masakan Yoo Jung. Ayah Do Hoon mengingatkan “Kau seharusnya tidak membuat kesepakatan seperti itu dengan putramu”. Ibu Do Hoon “Apa maksudmu aku membuat kesepakatan? Aigoo, dia bisa memasak semua ini tanpa seorang ibu. Kemampuan masaknya sangat bagus dan terlatih” Ibu Do Hoon mencicipi masakan Yoo Jung “Bahkan rasanya pun enak”


Yoo Jung sampai di rumahnya. Ia melihat ayahnya sedang melakukan transaksi. Yoo Jung “Siapa itu?”. Ayah Yoo Jung “Aku akan menambah lemari di belakang dan melakukan sedikit renovasi”. Yoo Jung “Renovasi? Ayah selalu bilang tidak punya uang. Darimana uangnya?”. Ayah Yoo Jung “Aku takkan meminta bantuanmu. Karena kau akan menikah dengan jaksa itu…keluargamu pasti terjamin”. Yoo Jung “Siapa yang akan menikahi seorang jaksa?Aku akan menikah dengan Do Hoon. Tapi… menikah dengan jaksa,kata mereka punya 3 syarat kebutuhan yang mendasar”. Ayah Yoo Jung “Hei aku tak punya uang. Aigooo”. Yoo Jung “salah satunya wajah,tubuh yang luar biasa dan hatiku..Bukankah itu sudah memenuhi ketiga syarat tersebut? Ayah aku sudah menyelamatkan uangmu”. Ayah Yoo Jung “Sombong sekali”


Yoo Jung mengambil susu jualan ayahnya. Ayah Yoo Jung langsung mengambil kembali susu itu “Hei hei hei hei, jangan minum itu. Dibelakangnya,sudah kupilih yang kadaluarsa”. Yoo Jung protes “Ayah! Ayah benar-benar ingin memberikan makanan seperti itu selamanya?”. Ayah Yoo Jung “Apa ada masalah? Aku hanya memberitahumu karena makanan itu masih baik untuk dimakan”. Yoo Jung “Aku takkan memakannya ! Aku takkan memakannya ! Aku takkan memakannya ! Aku takkan pernah memakannya lagi ! Makan saja sediri! Keterlaluan”

Yoo Jung masuk kedalam kamarnya. Ia marah dan kecewa atas semua yang ia alami hari ini. Ia memakan kue yang ia buat untuk anniversary ke 7nya bersama Do Hoon dan menangis. 


Yoo Jung melihat lagi cincin Min Hyuk lalu memakainya,ia menghapus air matanya dan memperhatikan dirinya di cermin yang memakai cincin Min Hyuk. 


Ayah Yoo Jung masuk dan melihat Yoo Jung memakai cincin. Ayah Yoo Jung “Cincin apa itu?Apa calon suami Ahn memberikannya untukmu?”. Yoo Jung “Huh?”. Ayah Yoo Jung “Kenapa kau tidak bilang dari tadi?Tanggal pernikahannya..Kapan dilaksanakan?”. Yoo Jung berbohong“Kami belum membicarakannya lagi”. Yoo Jung mengembalikan cincin Min Hyuk ke kotaknya. Ayah Yoo Jung “Calon suami Ahn datang lagi. Keluarlah”



Do Hoon menarik tangan Yoo Jung. Yoo Jung yang kesal bertanya “Kita mau kemana?”. Do Hoon “Cukup sulit berbicara disini. Masuklah dulu (kedalam mobil)”. Yoo Jung “Apa? Jika kau mau mengatakan sesuatu,katakan di sini. Jangan membawaku ke tempat yang aneh”. Do Hoon “Masuklah dulu. Masuklah”. Yoo Jung masuk kedalam mobil Do Hoon tetapi masih menunjukkan mukanya yang marah. Do Hoon memakaikan sabuk pengaman pada Yoo Jung.


Keluarga Jo sedang berada di ruang makan,mereka terlihat menunggu seseorang. Min Joo “Berapa lama kita harus menunggu? Sebentar lagi,aku ada kelas”. Ny,Hong “Diam”. Min Joo menunjuk Min Hyuk (menyalahkan Min Hyuk), Min Hyuk hanya tersenyum melihat kelakuan adiknya. 



Se Yeon datang “Maafkan aku,ayahku bilang rapatnya agak terlambat”. Ketua Jo “Tidak usah minta maaf”. Seorang pelayan masuk dan berbicara “Guru Park sudah datang”. Min Joo “Lihatlah,guruku sudah datang. Terima kasih,karena Unni aku tidak makan”. Ny,Hong menyuruh seorang pelayan lagi untuk menyiapkan makanan ringan untuk Min Joo yang marah. Min Joo beranjak dari kursinya, Se Yeon “Aku akan mengatur acara makan malam di lain waktu,ketua”. Ketua Jo “Kita akan segera menjadi keluarga tapi kita bahkan tidak bisa makan malam bersama”


Min Huk memberi kode pada Se Yeon untuk memberitahu tentang pembatalan pernikahan. Se Yeon angkat bicara “Ketua… Di bulan oktober ada pemilihan khusus didaerah ayahku. Bagaiman kalau sebelum pernikahan kami,kami mengumumkannya?”. Min Hyuk kaget mendengar perkataan Se Yeon. Ketua Jo “Bagus juga. Lakukan saja. Baiklah”. 



Ketua Jo berhenti makan dan berdiri dari kursinya. Ny.Hong “Anda tidak makan lagi?”. Ketua Jo “Tidak apa-apa” lalu beranjak pergi. Ny.Hong menyinggung “Kenapa sulit sekali untuk makan malam sebagai keluarga?”. Min Hyuk “Ahjumma,keluarga apanya?”. 




Se Yeon “Supnya agak asin”. Min Hyuk “Supnya asin?Pelayan Yoon,dia bilang supnya asin. Bukankah kau bisa menyesuaikannya dengan seleraku?”. Pelayan Yoon “Maafkan aku Nona,aku akan mengganti supnya dan membawanya keluar”. Se Yeon “Tidak usah,Pelayan Yoon. Kita bisa sesuaikan dengan seleraku lain kali”. Min Hyuk “Shin Se Yeon, kau ini benar-benar!”. Se Yeon “Aku akan segera menjadi isterimu. Bicaralah yang lebih sopan”. Min Hyuk menganga melihat sikap Se Yeon

Tidak ada komentar:

Posting Komentar