Love these songs^^

Senin, 05 Mei 2014

Sinopsis Big Man Episode 2 Part 1












Ji Hyuk masih belum sadar, ia bermimpi tentang masa-masa susah yang dialaminya. Seperti saat ia jatuh karena batang pohon yang ia duduki patah saat menunggu Ayah dan Ibunya, saat bertanding tinju dan jatuh dan saat ia dipukuli sampai tidak berdaya. Ji Hyuk bertanya pada dirinya sendiri “Mengapa tidak ada orang yang membantuku bangun? Mengapa? Mari kita akhiri di sini. Ini sulit. Ini terlalu sulit”. Di dalam mimpinya itu Ji Hyuk melihat sebuh mobil yang menuju ke arahnya dengan kecepatan tinggi sambill membunyikan klakson. Ji Hyuk berkata lagi “Tidak. Aku harus hidup. Aku ingin hidup. Seseorang….. Seseorang pegang aku. Aku ingin seseorang memegangku.  AKU INGIN SESEORANG MEMEGANGKU !!!”. Ji Hyuk pun sadar sabil memegang tangan Mi Ra yang ingin melepaskan oksigennya. Tangan Ji Hyuk gemetaran, ia menatap Mi Ra dengan mata yang berkaca-kaca dan takut



Kang Sung Wook samapi di perusahaannya. Ia turun dari mobil dan menatap gedungnya “Berapa banyak  kau pikir biaya gedung ini?”. Sopir KSW “Maaf?”. Kang Sung Wook “Apakah Kau berpikir bahwa ada orang di luar sana yang ingin menukar hidup mereka untuk ini? Apakah kau tau toilet di daerah ini? Di mana banyak tunawisma berkeliaran?”



Beberapa saat kemudian, Kang Sung Wook sudah berada di dalam sebuah toilet yang sangat sempit, ia melihat salah satu nomor yang di tempel dalam toilet itu, ia mengeluarkan teleponnya seperti ingin menghubungi nomor yang ditempel di dalam toilet itu. Tapi sebelum ia menelpon nomor itu, teleponnya berbunyi. Kang Sung Wook mengangkat telepon yang masuk “Kenapa?”

 Di RS Hyun Sung sudah banyak reporter dari berbagai media yang ingin mewawancarai Ji Hyuk. Salah seorang dr. berbicara “Aku minta maaf, tapi pasien perlu beristirahat dengan tenang. Kau tidak dapat mewawancarai siapapun di sini”. Wartawan “Kang Ji Hyuk ada di sini, bukan?”. Dr. Itu mengiyakan. Reporter Bae yang tadi lebh dulu mengetahui beita tentang Ji Hyuk juga berbicara “Aku kira kita tidak bisa melakukan apa pun tentang hal itu. Aku yakin dia akan keluar nantinya. Mari kita menunggunya”. Para reporter mendengar kata-kata Reporter Bae dan menunggu Ji Hyuk sampai keluar




Mi Ra melihat banyak reporter yang sudah berada di dekat ruangan Ji Hyuk. Mi Ra mengangkat telpon yang masuk “Ya, Direktur”. Sang Ho yang sedang bersama Kang Sung Wook bertanya “Bagaimana kondisinya sekarang?Aku mengerti. Jangan biarkan dia keluar dari pengawasanmu sampai aku tiba di sana. Oke”. Kang Sung Wook “Cepat tambahkan dia ke silsilah keluarga”. Sang Ho “Tapi semua wartawan sudah ada di sana”. Kang Sung Wook “Para wartawan?”





Ji Hyuk keluar dari ruangannya dan langsung di serbu oleh berbagai pertanyaan mengenai dirinya yang menjadi pewaris baru Hyun Sung. Mi Ra mencoba melewati kerumunan wartawan itu tapi tidak bisa. Ji Hyuk bingung “Apa yang kalian bicarakan?”. Wartawan “Apakah kau bukan Kang Ji Hyuk?”. Ji Hyuk “Kang Ji Hyuk? Nama aku Kim Ji Hyuk”. Tepat di saat itu Kang Sung Wook sudah ada dan memanggil Ji Hyuk. Semua wartawan berbalik kearah Kang Sung Wook. Kang Sung Wook berpura-pura bahagia dan mendekat ke Ji Hyuk “Ji Hyuk. Aku lega melihat bahwa kau baik-baik saja”. Kang Sung Wook memeluk Ji Hyuk “Aku sangat senang melihatmu, Ji Hyuk”. Semua wartawan mengabadikan momen itu




Ji Hyuk dan Kang Sung Wook sedang berbicara berdua. Kang Sung Wook “Apakah kau ingat masa kecil mu?”. Ji Hyuk “Tidak. Aku tidak ingat apa-apa ”. KanG Sung Wook “Tidak apa-apa, Jangan terburu-buru. Ketika kita dapat menahan emosi masing- masing dan saling membutuhkan satu sama lain. Aku yakin kita akan bisa membentuk sebuah ikatan sebagai ayah dan anak, dan sebagai keluarga. Kau mengerti apa yang aku katakan, bukan?”. Ji Hyuk masih bingung dan tidak percaya “Tidak, Aku tidak tahu apa yang kau katakana”. Kang Sung Wook “Baik, aku mengerti. Aku yakin kau  bingung karenaspeprti itulah yang kku rasakan saat ini. Apa yang aku katakan adalah kita berdua harus mulai membiasakan diri satu sama lain. Beristirahatlah untuk saat ini”. Ji Hyuk “Apa pekerjaanmu?”. KanG Sung Wook “Kau akan segera tahu”. Ji Hyuk “Apakah aku memiliki seorang ibu?”. Kang Sung Wook “Tentu saja”. Ji Hyuk “Benarkah? Apakah dia tahu?”. Kang Sung Wook “Tentu saja”. Ji Hyuk “Kau harus membiarkan anjing tidur berbohong. Kita hanya akan mempersulit segalanya untuk satu sama lain”. Kang Sung Wook “Aku tidak bisa melakukan itu. Karena kau anakku”. Kang Sung Wook keluar dari ruangan Ji Hyuk. Ji Hyuk “Karena aku anakmu? Apa gunanya mencari aku  sekarang? ”




Para wartawan mengerumuni Kang Sung Wook dan memberikan banyak pertanyaan. KanG Sung Wook tidak menjawab satupun dari pertanyaan wartawan dan masuk ke mobilnya. Kang Sung Wook “Mengapa mereka tiba-tiba begitu ingin tau tentang registri keluarga ?”. Sang Ho “Aku pikir mereka menerima permintaan dari para detektif. Aku pikir mereka pasti menemukan sesuatu yang mungkin telah dilakukan secara illegal”. Kang Sung Wook “Kenapa baru sekarang ? Lupakan saja. Aku pikir kita tidak perlu khawatir tentang hal itu. Apakah kau sudah melakukan hal lain yang aku minta padamu?”. Sang Ho “Ya, Aku pikir kita akan segera mendapatkan jawaban dari mereka”. Kang Sung Wook “Kau pikir itu akan bekerja?”. Sang Ho “Aku pikir ada peluang lebih dari 90 %”. Kang Sung Wook “Benarkah? Dan satu hal lagi, tentang anak itu, aku ingin kau menggoyahkannya. Beri dia uang, wanita, atau apa pun padanya. Sehingga dia tidak memiliki kesempatan untuk memikirkan hal lain”. Sang Ho “Ya, Pak”




Sang Ho memberikan riwayat hidup Ji Hyuk pada Mi Ra. Mi Ra “Mengapa aku harus tahu semua ini?”. Sang Ho “Karena dia bagian dari keluarga. Dia seseorang yang butuh kau layani. Aku mulai mencari keberadaan  Kang Ji Hyuksekitar setahun yang lalu karena perintah Ketua Kang. Aku mengetahui tentang Keberadaan Kang Ji baru-baru ini dan aku menemukan catatan DNA-nya secara kebetulan dari kecelakaan baru-baru ini. Itulah hasil dari semua temuanku ”




Mi Ra membawa Ji Hyuk ke rumah baru Ji Hyuk. Ji Hyuk membuka kulkas dan mengambil sekaleng bir. Mi Ra “Aku  menyiapkan beberapa hal yang aku pikir mungkin kau perlukan untuk saat ini. Beritahu aku jika ada hal lain yang kau butuhkan. Dan satu hal lagi, ini adalah kunci untuk mobil yang akan kau gunakan. Beritahu aku jika mobil itu tidak sesuai dengan keinginanmu dan aku akan segera menggantinya dengan yang lain”. Ji Hyuk mengambil kunci mobilnya “Apakah Kau mencoba untuk merekrut aku sekarang? Kau tahu bagaimana tim-tim olahraga selalu mendapatkan pemain apapun yang mereka inginkan, ketika mencoba untuk merekrut mereka? Memberikan mereka sebuah tempat untuk tinggal dengan mobil mewah”. Mi Ra “Tidak ada di dunia ini yang mencoba untuk merekrut seorang putra”. Ji Hyuk “Aku yakin kalian bisa melakukan semua ini karena orang itu memiliki begitu banyak uang. Ngomong-ngomong, ini bagus. Mendapatkan kesempatan untuk hidup di sebuah tempat seperti ini karena telah bertemu  orang tua yang baik”. Ji Hyuk membuka jendela rumahnya dan berdiri di atas palang pembatas. Ji Hyuk “Uang memang bagus”







Melihat Ji Hyuk yang sedang berdiri di palang pembatas. Mi Ra mengingat kata-kata Choi Yoon Jung tentang jantung Ji Hyuk yang ia dengar saat bersembunyi di dalam lemari. Mi Ra mendekat ke belakang Ji Hyuk dan berniat untuk mendorong Ji Hyuk. Saat Mi Ra sudah dekat dengan Ji Hyuk, kaleng bir yang diminum oleh Ji Hyuk jatuh, Ji Hyuk refleks mencoba menangkap kaleng itu dan membuat ia hampir jatuh. Mi Ra yang sudha dekat dengan belakang Ji Hyuk juga refleks menolong Ji Hyuk agar tidak jatuh.




Ji Hyuk sangat kaget “Terima kasih. Untuk beberapa alasan , aku tetap harus menerima bantuan darimu”. Mi Ra juga kaget “Hubungi aku kapan saja jika ada hal lain yang kau butuhkan”. Ji Hyuk “Ya, tapi apa yang kau lakukan untuk mereka?”. Mi Ra “Aku seorang karyawan Hyun Sung Group. Aku mengurus keluarga Ketua Kang”. Ji Hyuk “Benarkah? Maka kau sering melihat orang tuaku ?”. Mi Ra “Ya”. Ji Hyuk “Kalau begitu,sampaikan pesanku untuk mereka. Katakan kepada mereka bahwa aku berterima kasih telah memberiku rumah dan mobil mewah. Anak yang mereka buang dan tinggalkan selama 30 tahun sangat bersyukur dan berterima kasih. Pastikan untuk menyampaikan pesan itu”. Mi Ra “Ya”. Mi Ra keluar dari rumah Ji Hyuk dan di saat yang bersamaan hujan turun. Ji Hyuk “Sekarang hujan? Sungguh menyedihkan”





Mi Ra sadar kalau hujan. Ia berpikir sebentar karena tidak membawa payung dan akhirnya memutuskan untuk terus berjalan. Ji Hyuk datang dan memayungi Mi Ra. Mi Ra heran dan berbalik. Ji Hyuk “Kau menyuruhku untuk memberitahumu jika ada hal lain yang aku perlukan?”. Mi Ra “Ya, katakan padaku. Apa yang kau butuhkan?”. Ji Hyuk “Sebuah payung tambahan sehingga aku dapat melindungi seorang wanita dari hujan”. Ji Hyuk memberikan payungnya pada Mi Ra dan kembali ke dalam rumahnya



Mi Ra sudah berada di RS tepatnya di dalam kamar Dong Suk. Mi Ra “Dong Suk. Kau akan bangun dari tempat tidur itu seolah-olah tidak terjadi apa-apa, kan? Aku begitu takut dan karena itu aku bahkan belum pernah memberitahu mu bahwa aku mencintaimu. Jadi cepat bangun dari tempat tidur itu. Aku tidak bisa hidup tanpa dirimu”

Ji Hyuk datang ke pasar tempat Ibu angkatnya (Hong Dal Sook) bersama Mi Ra. Ji Hyuk “kenapa kau masih mengikuti aku?”. Mi Ra “Itu tugasku untuk melakukannya”.




Ji Hyuk masuk dan berteriak memanggil Hong Dal Sook. Ji Hyuk “Umma (Ibu)…”. Ji Hyuk memeluk Hong Dal Sook “Umma”. Hong Dal Sook “Apa yang kau lakukan? Pergi dariku! Kau membuatku jijik!”. Ji Hyuk “Umma, apa kau tau betapa aku merindukanmu? Kau pasti sangat khawatir tentang aku”. Hong Dal Sook “Jangan bicara yang tidak-tidak. Kenapa aku harus mengkhawatirkanmu? Aku sudah cukup sibuk dengan kehidupanku sendiri”. Mi Ra “Maaf, tapi apa kamu ibunya?”. Hong Dal Sook “Ibunya? Ibu pantatku… Dia berpikir bahwa semua wanita paruh baya di dunia ini adalah ibunya. Khususnya jika ada sesuatu yang bisa ia dapatkan dari wanita itu. Aku yakin dia mungkin memiliki lebih dari 30 wanita di pasar ini yang dia sebut ibu”. Ji Hyuk “Tidak, Bu. Mereka hanya ibu biasa, tapi kau ibuku”.




Ji Hyuk mencium pipi Hong Dal Sook. Hong Dal Sook protes “Berhenti mencium wajahku (hahaha). Hey! Dimana dan apa yang telah kau lakukan beberapa hari terakhir ini? Dan siapa wanita muda ini? Apakah Kau menyebabkan kecelakaan lain?”. Ji Hyuk “Kecelakaan? Ya, Aku melakukannya ! Sebuah kecelakaan besar”. Hong Dal Sook melihat perut Mi Ra “Jangan-jangan kau…. Bahkan sebelum kau  menikah?”. Ji Hyuk “Ayolah Bu! Apa yang kau bicarakan tentangku? Kau membuat gambaran buruk tentang aku di depan wanita ini. Jangan percaya kata-katanya. Aku jauh lebih alim dari yang terlihat”





Dae Sub dengan hebohnya masuk ke dalam tempat Hong Dal Sub “Ibu Hong! Ibu Hong, Ji Hyuk adalah ...”. Dae Sub menyadari kalau Ji Hyuk juga ada “Ji Hyuk, Ji Hyuk Hyungnim (Kakak laki-laki yang dihormati). Yang Mulia (Sambil berlutut dan memeluk kaki Ji Hyuk. LOL). Maafkan aku karena selama ini tidak mengenalmu. Mulai sekarang aku akan melayanimu dengan benar. Aku bersumpah untuk menjaminkan sisa hidupku dalam perbudakanmu, Yang Mulia!”. Hong Dal Sook memukul kepala Dae Sub “Apa yang salah denganmu sekarang?”. Ji Hyuk “Aku sudah katakan bahwa aku menyebabkan kecelakaan”. Hong Dal Sook “Apa yang dia bicarakan?”. Dae Sub “Ji Hyuk adalah….. Kau tahu perusahaan,Hyun Sung Group, kan?”. Hong Dal Sook “Ya”. Dae Sub “Dia putra Ketua! Ini semua sudah tersebar di internet dan surat kabar!”. Hong Dal Sook “Apakah betul?”. Ji Hyuk “Ini  hal yang belum pasti. Tapi itulah yang dikatakan orang-orang”. Mi Ra “Ada sesuatu yang harus aku tunjukkan padamu”



Kang Sung Wook sedang menikmati makan bersama Isteri dan puterinya. Jin Ah “Apakah yang aku dengar di berita benar?”. Kang Sung Wook dan isterinya tidak menjawab. Jin Ah “Apa itu? Apakah  dia anak ibu? Atau dia hanya anakmu, Ayah?”. Kang Sung Wook “Ibumu melahirkan dia”. Choi Yoon Jung marah “Sayang”. Kang Sung Wook “Nyonya Choi, ia datang dari rahim mu. Kau bahkan tidak ingat itu?”. Jin Ah “Ini gila”. Jin Ah berdiri dari meja makan “Terima kasih, Ayah. Kamu merahasiakan hal ini untuk waktu yang lama hanya supaya kau bisa mengejutkan aku seperti ini? Kejutaaaan”. Jin Ah pergi dari meja makan


Choi Yoon Jung protes kepada suaminya “Apa gunanya berbohong kepada Jin Ah juga?”. Kang Sung Wook “Lalu kau katakan pada dia tentang kebenarannya. Katakan padanya bahwa kita memukul pria yang sehat di kepalanya, dan berbohong tentang dia menjadi anak kita sehingga kita bisa menyelamatkan kehidupan anak kita sendiri. Katakan padanya kelakuan dan seberapa jahat orangtuanya. Pergi dan katakan itu padanya”




Mi Ra menunjukan hasil tes DNA (palsu) kepada Ji Hyuk. Dae Sub “Wow, ini seperti sebuah adegan langsung dari film. Aku merasa seperti kami berada di sebuah drama. Jadi mereka sudah telah mengawasimu selama ini?”. Ji Hyuk “Bukankah dokumen seperti ini bisa dibuat jika kalian menginginkannya?”. Dae Sub “Ini tidak seperti mereka ditembak di kepala atau sesuatu. Mengapa mereka ingin mengklaim kau sebagai anak mereka? Apa gunamu bagi mereka kau yang tidak punya apa-apa melainkan menawarkan tubuhmu kepada mereka? Apakah kau tidak setuju?”. Mi Ra “Jika Kau  sulit percaya padaku, aku bisa mendapatkan konfirmasi untukmu”. Ji Hyuk “Yah ...tidak perlu untuk pergi melewati semua masalah itu”. Hong Dal Sook “Hey ! Aku pikir orang lain benar tentang hal itu. Kau sepertinya sedang curiga. Kau hanya harus bersyukur bahwa mereka bahkan mencari anak sepertimu”


Dae Sub sedang berbicara di telepon “Aku bilang bahwa aku terlalu sibuk untuk datang besok. Apa? Mengapa Kau harus mengatakannya seperti itu? Lupakan saja. Aku tidak perlu apapun. Kaulah yang harus meluruskan hal ini. Aku tutup teleponnya”.




Dae Sub duduk “Sulit dipercaya”. Ji Hyuk “Siapa itu?”. Dae Suk “Itu Pak Kim”. Ji Hyuk “Pak Kim dari toko daging?”. Dae Sub “Ya. Ketika Aku mengatakan kepadanya bahwa aku akan mengambil hari libur besok, ia mengancam bahwa ia tidak akan membayar upahku yang belum ia bayar. Itu bukan uang yang banyak hanya 100.000 Won. Mungkin kita harus membeli toko dagingnya. Aku yakin 20-30 juta won yang kita butuhkan”. Dae Sub melihat girl group (Kayaknya 4 minute) di TV dan berbicara lagi “Hyung, karena kita hanya duduk di sini, haruskah kita memanggil gadis-gadis itu untuk kencan? Apa kau tidak berpikir bahwa mereka akan pergi berkencan dengan kita, jika kita punya banyak uang?”. Ji Hyuk merangkul dan menatap Dae Sub “Dae Sub, kemarilah. Kita sudah berjuang begitu banyak selama bertahun-tahun , kan? Aku tahu berapa banyak kau berjuang karena aku”. Dae Sub terharu dan memeluk Ji Hyuk “Hyung. Terima kasih banyak untuk menghargai itu”. Ji Hyuk “Tidak perlu untuk mengucapkan terima kasih. Tidakkah kau tahu seberapa baiknya aku mengenalmu?Kau…..”. Ji Hyuk memukulkan kepalanya pada kepala Dae Sub lalu memukul Dae Sub dengan bantal dan tangannya (LOL Poor Dae Sub). Ji Hyuk “Apa yang kau katakan, brengsek? Membeli toko daging? Rasakan ini.Rasakan !”




Dae Sub berlutut memohon maaf pada Pak. Kim lewat teleponnya “Maafkan aku, Pak. Kim. Tidak, aku rasa aku terlalu banyak minum dan kehilangan pikiranku. Aku sedang berlutut sekarang. Ya, aku akan pergi kesana , hal pertama yang akan aku lakukan besok pagi adalah membuat tempat itu menjadi berkilau bersih. Terima kasih, Pak Kim. Selamat malam”. Dae Sub menutup teleponnya “Puas?”. Ji Hyuk memberikan sekaleng bir pada Dae Suk “Tentu saja”. Dae Sub “Tidakkah Kau berpikir bahwa kau terlalu keras? Biarkan aku menikmati beberapa uangmu juga. Dan kau harus menikmati ini juga. Apakah ini tidak membuatmu bahagia? Orang tuamu kaya raya. Orang yang sudah lama ingin kau temukan selama hidupmu”. Ji Hyuk “Aku tidak ingin menemui orang-orang seperti itu”. Dae Sub “Jangan bodoh. Aku yakin kau pasti merindukan mereka. Mereka ibu dan ayahmu”. Ji Hyuk “Aku penasaran siapa mereka? Penasaran ingin melihat bagaimana mereka hidup setelah melemparkan anak mereka sendiri di jalanan. Tapi, mereka hidup begitu bahagia.Tidak hanya itu, mereka juga keluarga chaebol. Aku  tidak ingin mencari orang tua seperti itu. Itu sebabnya aku tidak sakit hati. Sekarang aku akan benar-benar marah tentang hal itu”



Flash Back…
Ji Hyuk sedang menunggu seseorang di atas pohon, ia terus melihat ke arah jalan. Biarawati memintanya untuk turun “Ji Hyuk. Cepatlah turun dari sana sekarang. Ibu dan ayahmu tidak datang hari ini. Cepat turunlah”. Ji Hyuk menangis “Ibu.. Ayah…”



Ji Hyuk melihat pemandangan dari dalam rumahnya dan mengenang masa kecilnya



Sang Ho melapor pada Kang Sung Wook “Aku menerima telepon dari China. Semua persiapannya sudah selesai”. Kang Sung Wook “Benarkah? Kapan tepatnya?”. Sang Ho “Mereka mengatakan hal itu bisa dilakukan kapan saja. Aku bilang kita akan mempersiapkan tim medis di pihak kita. Kita hanya perlu mengirim tim segera”. Kang Sung Wook “Kau melakukan pekerjaan yang bagus”. Sang Ho “Dan juga ... Aku sudah memikirkan  untuk masalah ini tentang anak itu. Apa pendapat Kau tentang mengirimnya kekantor cabang kita di Filipina?”. Kang Sung Wook “Filipina?”. Sang Ho “Ya. Penculikan  seringterjadi di sana, dan kemungkinan pemulihan korban adalah .....”. Kang Sung Wook “Oke, lakukanlah yang menurutmu yang terbaik”. Sang Ho “Ya, Pak. Aku akan mengurusnya”. Kang Sung Woo mendapatkan panggilan masuk ditelponnya. Kang Sung Wook menjawab “Ya, apa itu? Apa? Siapa yang datang?”. Kang Sung Wook menutup teleponnya “Bajingan itu akan membuatku gila”





Ji Hyuk masuk ke dalam rumah keluarga Kang. Ji Hyuk membawakan minuman herbal untuk kedua orang tuanya (palsu), Ji Hyuk hampir jatuh karena begiut terpesona dengan rumah keluarga Kang. Ji Hyuk “Apakah ini sebuah rumah?”




 Jin Ah keluar dari kamarnya dan bertemu dengan Ji Hyuk. Jin Ah memperhatikan Ji Hyuk dengan teliti. Ji Hyuk berpura-pura sakit karena menyadari kalau Jin Ah adalah wanita yang waktu itu ia cium. Ji Hyuk “Ugh, apa yang salah dengan mata Aku?”. Jin Ah “Kau!!”. Ji Hyuk “Apakah kau Jin Ah?Senang bertemu denganmu”. Jin Ah “Ini adalah kau, bukan? Kau sampah itu”. Ji Hyuk masih berpura-pura ada masalah dengan matanya “Bagaimana kau bisa memanggil seseorang dengan sebutan sampah? Kau memiliki kebiasaan buruk dalam berbicara”. Jin Ah “Hey! Apakah kau tahu berapa banyak penderitaan yang aku lalui?”. Ji Hyuk “Aku pikir  kau keliru tentang sesuatu. Tapi dalam hidupku aku belum pernah bertemu kau sebelumnya”. Ji Hyuk menarik tangan Jin Ah dan bersalaman “Ngomong-ngomong , senang bertemu denganmu!”. Jin Ah “Apakah kau gila? Lepaskan tanganku ! Aku akan melaporkanmu dengan tuduhan pelecehan seksual”


Choi Yoon Jung keluar karena mendengar keributan. Choi Yoon Jung “Apa yang terjadi di sini? - Siapa kau?Siapa kau?”. Jin Ah “Ibu”. Choi Yoon Jung sadar kalau itu Ji Hyuk “Tunggu ... Kau ...Kau ...”. Ji Hyuk memeberikan hormat dan salam. Jin Ah “Ibu, Kau tahu orang ini?”. Choi Yoon Jung sangat kaget karena Ji Hyuk datang ke rumahnya. Tiba-tiba Kang Sung Wook masuk bersama Sang Ho. Kang Sung Wook menjawab “Namanya Kang Ji Hyuk. Dia kakakmu”. Jin Ah tidak percaya “Sampah ini adalah kakakku?”



Kang Sung Wook memberiathukan kabar tentang operasi Dong Suk yang sudah bisa dilakukan. Choi Yoon Jung sangat senang “Ya Tuhan! Terima kasih banyak! Aku merasa jauh lebih baik sekarang”. Kang Sung Wook “Kita akan menggunakan dokter pribadi, jadi operasi seharusnya tidak menjadi masalah sama sekali”. Choi Yoon  Jung “Ya Tuhan ... terima kasih!”. Kang Sung Wook “Dan si bajingan, Ji Hyuk, tidak akan datang  lagi setelah hari ini. Aku berpikir untuk mengirimnya ke luar negeri”. Choi Yoon Jung “Luar negeri?”. Kang Sung Wook mengangguk. Choi Yoon Jung “Baiklah”. Kang Sung Wook “Jadi perlakukan dia seperti seorang ibu yang sesungguhnya hanya untuk malam ini sehingga ia tidak curiga pada apapun. Untuk terakhir kalinya”. Choi Yoon Jung mengangguk mengerti.




Ji Hyuk sudah duduk bersama kedua orang tua dan adiknya (palsu). Jin Ah terus memperthatikan Ji Hyuk. Kang Sung Wook “Aku kira apa yang mereka katakan tentang darah yang lebih kental dari air memang benar. Melihat bagaimana kalian berdua sudah bertemu secara kebetulan seperti itu”. Jin Ah “Ini tidak masuk akal. Aku tidak bisa menerima semua ini. Ini serius tidak boleh terjadi. Mengapa dari semua orang ...”. Choi Yoon Jung “Seharusnya aku mengundangmu lebih cepat. Tapi semuanya terjadi begitu tiba-tiba dan aku perlu beberapa waktu untuk mempersiapkan diri”. Kang Sung Wook “Jadi kau menyukai rumah tempat tinggalmu sekarang?”. Ji Hyuk “Ya”. Choi Yoon Jung “Baiklah. Apakah ada hal lain yang Kau butuhkan?”. Ji Hyuk “Tidak, tidak ada”. Choi Yoon Jung “Baiklah”. Choi Yoon Jung dan Kang Sung Wook bersamaan ingin berbicara kepada Ji Hyuk. Kang Sung Wook “Kau duluan sayang”. Choi Yoon Jung “Aku tidak ... oh, oke”. Jin Ah memperhatikan tingkah kedua orang tuanya yang cukup aneh. Choi Yoon Jung “Kami benar-benar ... ingin melakukan sesuatu yang terbaik untukmu. Kami tahu bahwa kau sudah menderita selama bertahun-tahun. Kami ingin mengirim kau berlibur ke luar negeri”. Ji Hyuk tidak menjawab tapi malah balik bertanya “Kenapa kau meninggalkan aku?”. Kang Sung Wook kaget “Huh?”. Choi Yoon Jung “Kami tidak meninggalkanmu ... kami kehilangan kau”. Ji Hyuk “Lalu ... mengapa baru sekarang mencariku? ketika kau tidak mencariku selama bertahun-tahun yang lalu?”. Jin Ah “Ya, aku ingin tahu tentang hal itu juga. Aku tidak pernah sekali pun mendengar tentang aku memiliki kakak lain. Apa alasan merahasiakannya dariku juga?”. Kang Sung Wook tidak bisa berkata-kata lagi “Itu karena ...”. Ji Hyuk kecewa “Mengapa kita tidak melakukan hal ini? Mari kita ... Mari kita menjalani hidup kita dengan beberapa jarak diantara kita? Daripada mencoba untuk memaksakan perasaan yang bahkan tidak ada. Aku pikir itu hal yang terbaik untuk dilakukan. Terima kasih untuk tehnya”





Ji Hyuk berdiri dan akan pulang tapi tiba-tiba Choi Yoon Jung berbicara “Aku tidak ingin memberitahu siapa pun, karena aku ingin melupakan apa yang telah terjadi.Setiap kali aku berpikir tentangmu. Aku pikir bahwa hatiku akan robek tercabik-cabik dan aku tidak bisa menahan kesakitan.Aku belum pernah sekalipun dalam bertahun-tahun berhenti memikirkanmu. Aku hanya berharap dan berdoa bahwa Kau masih hidup. Aku berdoa supaya kau masih hidup.Aku berdoa setiap malam untukmu”. Choi Yoon Jung memegang tangan Ji Hyuk dan menangis “Terima kasih karena masih hidup.Terima kasih ... Terima kasih banyak masih hidup! Terima kasih ... terima kasih!Terima kasih karena masih hidup. Terima kasih.Terima kasih, terima kasih”.



Kang Sung Wook dan isterinya mengantar Ji Hyuk sampai ke depan rumah mereka. Ji Hyuk masuk ke mobil dan pulang. Kang Sung Wook dan Isterinya melambaikan tangan mereka pada Ji Hyuk




Ji Hyuk sudah berada di tempat ibu angkatnya (Hong Dal Sook). Ji Hyuk minum soju dan berpikir tentang pertemuannya dengan kedua orang tuanya. Hong Dal Sook datang dan menemani puteranya minum. Hong Dal Sook “Apa yang orang tuamu katakan?”. Ji Hyuk “Wanita yang menyebut dirinya ibuku,memegang tanganku dan menangis”. Hong Dal Sook “Ya ... Aku bahkan tidak bisa membayangkan betapa ibumu merindukanmu. Apakah kau tidak merasakan sesuatu ketika kau memegang tangan ibumu? Kau merasakan kehangatan tangan ibumu, kan?. Ji Hyuk “Aku tidak yakin. Memegang tangan ibu, itu sesuatu yang belum pernah aku alami sebelumnya”. Hong Dal Sook tersenyum melihat Ji Hyuk ssedangkan di rumah keluarga Kang, Choi Yoon Jung membuang minuman herbal yang dibawa oleh Ji Hyuk. CKCKCKCKCK




Kang Sung Wook dan Sang Ho mengantar kepergian Choi Yoon Jung bersama Dong Suk. Tubuh Dong Suk dibawa naik ke helicopter dan helicopter pun berangkat.




Sang Ho berbicara “Tidak perlu khawatir. Kesehatannya telah membaik di mana tingkat keberhasilan hampir 100% sekarang. Hampir tidak ada peluang dari efek samping”. Kang Sung Wook “Menjadi orang tua sangat susah”. Mi Ra yang juga datang untuk melihat kepergian Dong Suk secara diam-diam mendengar percakapan Sang Ho dan Kang Sung Wook



Mi Ra menatap kepergian helikoper yang di naiki oleh Dong Suk. Mi Ra berbicara dalam hatinya “Sekarang, aku akan menunggumu dengan  senyum di wajahku, Dong Suk”


Part 2

Tidak ada komentar:

Posting Komentar