Love these songs^^

Rabu, 08 Mei 2013

Sinopsis Gu Famlily Bok Ep.1 Part 2

 Soo Ryun dan pelayannya (yang bener Kepala pelayan sih )sangat kaget karena yang mereka lihat didepan mereka bukanlah Seo Hwa. Sementara itu Seo Hwa dan adiknya Jung Yoon berlari agar mereka bisa jauh dari rumah Gisaeng dan orang-orang yang akan menangkap mereka.


Dam yang masih ketakutan  ditampar oleh Soo Ryun hingga jatuh “Dimana dia? Katakan padaku,segera!”. Dam “Aku tak tahu,aku hanya menukar pakaianku dengan dia”. Soo Ryun “Kau benar-benar ingin dihukum”. Dam “Ini benar nyonya. Aku sungguh tidak tau,aku bersumpah kalau aku hanya menukar pakaianku dengan dia”. Soo Ryun “Beraninya kau !”. Seorang Gisaeng masuk kedalam kamar itu dan melaporkan bahwa Jo Gwan Woong sudah sampai di tempat mereka. Soo Ryun mulai gugup ia menyuruh kepala pelayan agar memberitahu Jang Shoe untuk  segera mengejar dan menangkap Seo Hwa dan yang paling penting Jo Gwan Woong tidak boleh tau mengenai masalah yang terjadi. Soo Ryun juga menyuruh Dam untuk menggantikan posisi Seo Hwa dan tidur dengan Jo Gwan Woong. Dam bertambah takut “Nyonya kepala, aku tak bisa melakukan itu,bagaimana bisa aku…Nyonya kepala aku bersalah tolong selamatkan kau kali ini,aku sangat minta maaf”. Soo Ryun “Kalau kau ingin tetap hidup,kau harus melayaninya dengan menutup mulutmu. Kalau nantinya dia mengetahui kalau itu kau sebelum mengetahuinya aku akan memotong kepalamu dengan tanganku sendiri. Kau mengerti?”


Seo Hwa dan Jung Yoon masih berlari di tengah gelapnya hutan, Seo Hwa terlihat sangat lelah tapi ia terus berusaha untuk lari. Jang Shoe dan anak buah Soo Ryun yang lainnya,juga sudah berada di hutan untuk mencari Seo Hwa dan Jung Yoon.


Wol Ryung sedang duduk dan terus memandangi tali dipakai oleh anak buah Soo Ryun untuk mengikat Seo Hwa (Cieee talinya aja disimpan, gimana orangnya yah?uhukuhukk) ia mengetahui ada masalah didalam hutan lewat burung-burung yang  terusik dan angin yang bertiup kencang



Soo Ryun masuk kedalam ruangan Jo Gwan Woong.
 Jo Gwan Woong mempertanyakan kenapa Soo Ryun memberikan pelayanan yang lambat. Soo Ryun “Tolong mengertilah,karena anak itu masih sangat muda,dia sangat ketakutan”. Gwan Woong “ Ini tak seperti aku akan menghukumnya. Kenapa dia bisa ketakutan?”. Soo Ryun “Mengenai hal itu,aku ada satu permintaan padamu,Tuan. Tolong matikan lilin saat anda berhubungan dengan dia”. Gwan Woong “Kenapa?”. Soo Ryun “Kami tak bisa memaksanya untuk melayanimu,dia adalah seorang Gisaeng kerajaan sekarang tapi kau membunuh ayahnya. Aku takut kalau dia nanti akan bunuh diri setelah melihat wajahmu”. Gwan Woong “Aku rasa dia bisa menggigit lidahnya atau hal yang lain,sebelum aku bisa memulainya itu tak akan menyenangkan lagi. Baiklah aku mengerti maksudmu”.



Gwan Woong meniup lilin yang ada didalam ruangannya “Kau senang sekarang?”. Soo Ryun memberi hormat dan menyuruh pelayannya untuk membawa Dam masuk. Soo Ryun “Aku harap anda melewati malam yang menyenangkan”. Sebelum keluar  dari kamar itu,Soo Ryun menatap Dam dan membuat Dam mengingat kembali semua perkataan Soo Ryun “Kau tidak boleh bicara apapun,jika semuanya berakhir sebelum kalian melakukannya,tidak hanya hidupmu yang akan berakhir tapi juga hidup Seo Hwa yang melarikan diri itu. Ingatlah tentang hal ini lagi dan lagi”


Begitu Soo Ryun benar-benar keluar dan meninggalkan Dam di dalam ruangan Gwan Woong. Dam merasa sangat ketakutan, ia berusaha untuk membuka pintu tapi tidak bisa,Gwang Woong yang berada didalam ruangan itu langsung menarik Dam yang ia kira Seo Hwa secara paksa. Sementara itu Seo Hwa dan Jung Yoon masih melarikan sejauh-jauhnya  didalam hutan,Seo Hwa jatuh begitupun Dam yang menangis karena dilecehkan oleh Gwan Woong. Dam terus memberontak tapi ia tidak bisa melawan kekuatan Gwan Woong,Dam hanya bisa menangis dan berteriak memanggil Seo Hwa didalam hatinya. Seo Hwa yang masih terduduk karena jatuh merasakan kontak batin dengan Dam,ia benar-benar merasakan penderitaan yang dialami Dam. Jung Yoon berusaha untuk membuat kakaknya berdiri “Kakak,apa kau baik-baik saja?”. Seo Hwa “Dam-ah”. Jung Yoon “Tidak ada waktu lagi kakak,kita harus tetap berjalan!Kita tidak bisa tetap disini”. Seo Hwa mengingat lagi pesan dari Dam yang menyuruhnya untuk tetap hidup agar bisa menyelesaikan semua masalah. Pesan dari Dam membuat Seo Hwa berusaha untuk tetap kuat dan melanjutkan pelarian mereka tapi sayangnya orang suruhan Soo Ryun sudah berada dekat dengan mereka.


Anak buah Soo Ryun melihat bekas yang Seo Hwa tinggalkan saat terjatuh. Bekas itu membuat anak buah Soo Ryun mengetahui arah yang dilewati oleh Seo Hwa dan Jung Yoon didalam hutan. Jung Yoon terus memegang tangan Seo Hwa dan menambah kecepatan lari mereka tapi tetap saja anak buah So Ryun masih berada tidak jauh dibelakang mereka. Mereka terus berlari dan berlari begitupun anak buah Soo Ryun yang berada dijalur yang sama dengan mereka. Seo Hwa jatuh untuk kedua kalinya tapi ia masih bisa untuk berdiri dengan bantuan Jung Yoon dan sayangnya anak buah Soo Ryun bertambah dekat dengan mereka.


Kembali ke Choonhwagwan. Soo Ryun dan kepala pelayan masih berada di depan ruangan Gwan Woong mereka terlihat khawatir dan gugup karena jeritan Dam. Kepala pelayan “Aigoo,dia akan membunuhnya!”. Soo Ryun “Dia harus bertahan,hanya dengan dia bertahan,Seo Hwa akan tetap hidup dan kita semua akan tetap hidup. Seperti merasakan penderitaan Dam,Seo Hwa yang berada di hutan jatuh untuk ketiga kalinya. Jung Yoon “Kakak”. Seo Hwa “Pergilah. Yoon kau pergilah”. Jung Yoon “Apa yang kau katakan? Apa kau menyuruhku untuk pergi tanpamu?Aku tidak bisa melakukannya,lebih baik mati dari pada melarikan diri sendirian!”. Seo Hwa “Apa aku pernah bilang kalau aku akan mati?aku akan bersembunyi di suatu tempat,jadi kau harus pergi !!Kalau kita terus begini kita berdua akan mati. Jadi kita harus berpisah dan mencari jalan keluar”. Jung Yoon “Tidak!Aku tidak bisa meninggalkanmu”. Seo Hwa “Aku mohon,lakukan seperti yang aku katakan. Kalau kita berdua tertangkap disini,tak akan nada yang akan menjelaskan tenang kematian Ayah. Untuk pengorbanan Dam juga,apa kau tidak merasa bersalah padanya ?”. Jung Yoon menangis “Kakak!”. Seo Hwa “Jadi pergilah sekarang,aku akan tetap hidup kalau kau pergi sekarang. Pergilah cepat”. Jung Yoon berpesan “Kakak harus tetap hidup,aku akan menemukanmu dimanapun kau berada,tak peduli apa yang terjadi kau harus tetap hidup”. Seo Hwa “Baiklah,sekarang pergilah”.


Jung Yoon pergi sesuai dengan permintaan kakaknya. Seo Hwa sadar kalau orang yang mengejar mereka semakin dekat dengan posisinya saat ini. Ia berusaha untuk berdiri dan mengeluarkan tusuk rambut yang ia ambil saat ingin bunuh diri di Choonhwagwan. Seo Hwa memegang tusuk rambut itu dengan erat “Dam-ah maafkan aku. Aku rasa ini adalah akhirku,paling tidak Jung Yoon tetap hidup,tolong maafkan aku”. Seo Hwa sudah mengangkat tusuk rambut itu dan mengarahkan pada tubuhnya tapi tiba-tiba ada banyak kunang-kunang yang mengelilingi dirinya dan membuat ia tidak jadi bunuh diri. Seo Hwa diam dan terus memandangi kunang-kunang yang ada di dekatnya,karena tenaganya sudah tak ada lagi dan terkuras Seo Hwa menjatuhkan tusuk rambutnya, tubuh Seo Hwa benar-benar lemah dan pingsan,beruntung Wol Ryung dengan segera menangkap tubuh Seo Hwa yang lemah itu. Wol Ryung menatap wajah Seo Hwa. 
Seo Hwa membuka matanya “Tolong aku,kumohon tolong aku” dan akhirnya ia benar-benar pingsan didalam pelukan Wol Ryung (Ciieee). Wol Ryung terus menatap Seo Hwa dan memutuskan untuk menolong Seo Hwa


Anak buah Soo Ryun berjalan mengikuti jejak yang tinggalkan oleh Seo Hwa dan Jung Yoon,mereka juga melihat kunang-kunang biri yang semakin banyak dan mengelilingi mereka. Jang Shoe “Apa ini?apa ini kunang-kunang?” dan salah satu dari mereka menjawab bahwa ini bukan kuang-kunang. Jang Shoe mulai berpikir bahwa itu adalah hantu kecil dan yang lainnya merasa ketakutan. Salah seorang dari mereka juga menyadari bahwa ada seseorang yang berada tepat didepan mereka “Siapa kau?apa kau manusia?kalau benar manusia,jawab kami!”. Anak buah Soo Ryun ketakutan karena mendengar suara geraman dari Wol Ryung . Jang Shoe “Apa itu?harimau atau serigala?” dan yang lain menjawab “aku rasa bukan”. Jang Shoe “Kalau itu bukan harimau atau serigala,lalu apa itu?”

Salah seorang dari mereka yang sok berani tadi mengeluarkan pedangnya dan berjalan menuju kearah Wol Ryung tapi sayangnya Wol Ryung membuat pedang pria melayang dan pria itu jatuh seperti terdorong,Wol Ryung juga membuat pedang yang melayang tadi jadi jatuh kembali dan tepat di dekat area vital pria yang sok berani tersebut,,,hahahaha

Wol Ryung sudah berubah menjadi seorang Gumiho,Jang Shoe yang ketakutan mencoba untuk bertanya “Siapa kau?apa kau manusia?atau kau hantu?”. Wol Ryung “Keluarlah dari hutan ini!”. Pria yang jatuh tadi bangkit berdiri dan mencoba untuk mengusir Wol Ryung lagi “Hey kau pergilah!”
Wol Ryung marah dan mengeluarkan kekuatannya,ia membuat semua daun yang jatuh dan kunang-kunangnya berkumpul dan membentuk sebuah wajah yang sangat besar,kemudianWol Ryung berbicara lagi“tinggalkan gunung ini!” dan menghempaskan semua daun dan kunang-kuang tadi kearah anak buah Soo Ryun. Akhirnya anak buah Soo Ryun keluar dari hutan karena takut akan kekuatan Wol Ryung yang sangat besar


Sementara itu di Choonhwagwan, Gwan Woong sudah menyadari kalau yang ia tiduri bukan Seo Hwa tapi Dam,ia sangat marah dan mencari Soo Ryun. Soo Ryun datang bersama kepala pelayannya dan Gwan Woong yang marah langsung menampar Soo Ryun. Kepala pelayan “Aigoo nyonya”. Soo Ryun “Apa maksudnya ini?”. Gwan Woong “Bagaimana bisa kau menipuku?beraninya kau menipuku dengan mengganti seorang pembantu?”. Soo Ryun melihat kearah Dan yang terus menangis. Gwan Woong “Dimana Seo Hwa ?Panggilkan Seo Hwa sekarang!”. Soo Ryun “Kau hanya bisa tidur dengan gisaeng yang sudah terdaftar,tuan kalau kau ingin tidur dengan dia,kembalilah setelah ia terdaftar sebagai gisaeng resmi dengan begitu aku akan dengan senag hati menawarkannya padamu tuan”. Gwan Woong “Kau pasti ingin mati,kau pasti sangat bersemangat untuk mati,kalau kau membunuhku,apakah itu membuatmu merasa lebih baik?”. Gwan Woong “Apa?pergi ambilkan pedangku!pergi ambilkan pedangku dikamarku”. Kepala pelayan berlutut dan memohon pada Gwan Woong “Tuan tolong tenanglah,ini bukan kesalahan ketua Gisaeng kami. Seo Hwa yang melarikan diri jadi,,,”. Gwan Woong “Apa?”. Soo Ryun “Cukup kepala pembantu!”. Kepala pelayan melanjutkan lagi “Setelah kami menghiasi dan mendandaninya ia melarikan diri,jadi karena Seo Hwa melarikan diri kau seharusnya membunuh dia bukan nyonya kami”. Gwan Woong “Melarikan diri?”. Soo Ryun “Tolong lupakan apa yang kau dengar. Jika pemerintah menemukannya,pasti dia akan mati. Dia masih muda,tolong beri dia kesempatan,tuanku. Aku janji aku akan membawaknnya padamu”. Gwan Woong melepaskan cengkraman tangannya dari baju Soo Ryun,ia memerintahkan anak buahnya untuk melaporkan Seo Hwa yang telah melarikan diri dan memanngil pihak keamanan utnuk menangkap Seo Hwa.


Keesokan paginya. Jung Yoon terbangun dari tidurnya,ia masih saja mengkhawatirkan keadaan kakaknya,saat Jung Yoon membalik badannya ternyata ada 3 orang preman yang mengetahui identitas Jung Yoon sebagai budak yang melarikan diri. Karena takut Jung Yoon mencoba melarikan diri tapi sayangnya salah satu dari preman itu mengeluarkan sebuah alat yang ia lemparkan dan alat itu bisa mengikat kaki Jung Yoon dan membuat Jung Yoon jatuh. Jung Yoon sudah tidak bisa melepaskan ikatan itu dan akhirnya ia dibawa kembali kedalam kota


Dam mendapatkan kabar dari salah satu Gisaeng tentang nasib Jung Yoon yang telah ditangkap dan akan dihukum gantung ditengah jalan. Dam berlari menuju tempat eksekusi Jung Yoon. Setelah sampai ditempat itu Dam menangis dan memanggil Jung Yoon yang sudah pasrah dengan nasibnya “Tuan mudaa..Tuan Muda!”. Jung Yoon “Dam-ah”



Para petugas keamanan mulai mengikatkan tali dileher Jung Yoon. Gwan Woong datang dan semua warga membuka jalan untuknya. Gwang Woong “Aku akan menanyakanmu terakhir kalinya. Kemana Seo Hwa melarikan diri?”. Jung Yoon “Kejadian seperti apa ini. Aku tak akan pernah mati sebelum mematahkan lehermu! Itulah penyesalanku satu-satuya!” . Gwan Woong “Gatung dia!”



Petugas keamanan menarik tali yang telah dilingkarkan dileher Jung Yoon dan membuat tubuh Jung Yoon terangkat juga tercekik. Semua warga tidak tega melihat penderitaan Jung Yoon. Jung Yoon berbicara dalam hatinya “Dam-ah terima kasih,aku tak akan melupakan kebaikanmu”. Dam “Tuan muda”. Dam mengigat kenangang indahnya bersama Jung Yoon



 Dam kembali ke kamarnya di Choonhwagwan, ia terlihat sangat putus asa dan sedih,ia melihat kearah kayu yang menopang atap rumah. Semetara itu, Jang Shoe melaporkan peristiwa yag ia alami di dalam hutan saat mengejar Seo Hwa. Soo Ryun “Apa maksudmu ?apa yang kau lihat di hutan?”. Jag Shoe “Aku melihat Gumiho”. Kepala pelayan “Apa ?Gumiho ?”. Soo Ryun “Aku tak mengerti apa yang sedang kau bicarakan. Apa maksudmu melihat Gumiho?”. Jang Shoe “Aku yakin itu adalah Gumiho! Pertama,aku juga berpikir itu hanyalah hantu bermata merah yang sedang berjalan-jalan dan makhluk mitos itu tiba-tiba muncul”. Kepala pelayan “Oh Tuhan!Apa kau yakin kalau itu benar-benar Gumiho”. Jang Shoe “Aku benar-benar yakin kalau itu Gumiho berekor Sembilan. Aku berpikir aku tak akan pernah lagi bertemu denganmu”. Ditempat lain Gwan Woong juga mendengar berita yang sama seperti yang disampaikan Jang Shoe. Gwan Woong tidak percaya tapi anak buahnya menyakinkan kalau itu benar-benar Gumiho dan bukan ilusi semata. Gwan Woon “Kalau begitu bagaimana dengan Seo Hwa ?Apa yag terjadi pada perempuan itu?”. Jang Shoe sedang mejawab pertanyaan yang sama  yang diajukan oleh Soo Ryun “Aku rasa dia sudah menjadi korban dari Gumiho itu”. Kepala pelayan “Oh kasihan sekali”. Jang Shoe “Setahuku Gumiho sangat menyukai hati manusia”. Kepala Pelayan “Menyedihkan sekali”


Seorang Gisaeng dengan tergesa-gesa masuk kedalam ruangan Soo Ryun “Nyonya..ii.ii.iituuu”. Soo Ryun dan kepala pelayan masuk kedalam kamar Dam. Saat masuk ke kamar itu mereka sangat terkejut menemukan Dam sudah tidak bernyawa lagi karena menggantung dirinya di kayu penopang atap rumah. Kepala pelayan “Oh Tuhan apa yang harus kita lakukan?Aigoo kasihan. Ini hari yang sangat menyedihkan”



Seo Hwa sadar,kakinya terasa sangat sakit. Ia melihat sekelilingnya yang dipenuhi oleh lilin-lilin. Ia berjalan keluar dan melihat kunang-kunang berkumpul di taman itu. Wol Ryung datang “Akhirnya kau terbangun juga?”. Seo Hwa kaget dan berbalik,Wol Ryung tersenyum lagi. Seo Hwa “Siapa kamu?”. Wol Ryung mendekat kearah Seo Hwa “Aku sangat khawatir padamu sejak kau tak sadar-sadar juga. Bagaimana perasaanmu?”. Seo Hwa “Siapa kamu?”. Wol Ryung “Aku adalah Gu Wol Ryung,jangan takut aku sudah mengusir orang-orang yang megejarmu. Di tempat ini,tak ada yang mengganggumu dan tak akan ada orang yang mengikatmu di pohon atau menganggu hidupmu”


Seorang pria masuk kedalam ruangan Jo Gwan Woong. Ia memperkenalkan diri sebagai hakim Dam Pyung Joon (Bapaknya Dam Yeo Wool). Gwan Woong “Apa kau tahu kenapa aku memanggilmu hari ini?”. Dam Pyung Joon “Aku mendengar kalau ada Gumiho yang menampakkan diri di gunung”. Gwan Woong “Terlepas itu adalah Gumiho atau tidak,makhluk seperti itu tak seharusnya memperlihatkan wujudnya sembarangan. Bagaimana bisa mereka menampakkan dirinya sesuka hatinya,bukankah begitu?”. Dam Pyung Joon “Benar sekali tuanku. Aku Dam Pyung Joon akan mengacak-acak hutan itu bila diperlukan”

 Dam Pyung Joon dan anak buahnya sudah berada di hutan, Jang Shoe juga ikut sebagai saksi untuk menunjukkan tempat kejadian. So Jung melihat Dam Pyung Joon dari jauh dan merasakan akan ada hal yang buruk terjadi. So Jung datang ke Goa yang ditinggali oleh Wol Ryung dan berteriak-teriak memanggil Wol Ryung “Hei Wol Ryung dimana kau? Wol Ryung Wol Ryung”. So Jung berhenti memanggil karena melihat Seo Hwa. Wol Ryung datang “Ada apa So Jung ?”. So Jung “Oh”. Wol Ryung “Kau bilang kau tak akan kembali dalam 1 atau 2 hari”. So Jung “Kau tau ada beberapa prajurit sedang berkeliaran di hutan. Tapi siapakah perempuan itu?”. Wol Ryung tersenyum “Yoon Seo Hwa”. So Jung “Yoon Seo Hwa?” So Jung melihat Seo Hwa dan Seo Hwa membungkuk memberi hormat. Wol Ryung “Orang yang diikat di pohon penghinaan/malu itu. Kau tidak ingat?”. So Jung “Jadi kau yang melakukan semuanya?”. Wol Ryung “Perempuan itu yang datang ke hutan,dia memintaku utuk menolongnya,jadi..”. So Jung “Bawa dia keluar dari gunung sekarang juga”. Wol Ryung “Dia sedang di cari-cari. Kalau aku mengirimnya kembali,dia akan tertangkap dan dibunuh”. So Jung “Walaupun dia hidup atau mati,itu sudah jadi takdirnya. Itu bukan urusanmu. Berapa kali aku harus mengatakan padamu”. Wol Ryung “Tidak. Itu jadi urusanku sekarang”. So Jung “Sejak kapan masalah manusia menjadi urusanmu?”. Wol Ryung “Sejak aku memberikan hatiku pada perempuan itu”. So Jung “Maksudku kenapa kau… apa kau bilang tadi?”. Wol Ryung “Jadi aku berpikir bagaimana kalau aku mencari buku keluarga Gu “Gugaui Seo/Gu Family Book”. So Jung “kenapa tiba-tiba kau membahas tentang buku keluarga Gu? Jangan bilang”. Wol Ryung “Ya. Aku ingin menjadi seorang manusia!”


Ganti Scene ke si jahat. Gwan Woong “Beritahu jika kalian mendapatkan bukti keberadaan Gumiho itu”. Sementara itu salah seorang pria yang berada di hutan bersama Dam Pyung Joon berteriak “Kami menemukannya!” Dam Pyung Joon menoleh dan melihat pria itu memegang obor yang digunakan untuk mencari Seo Hwa. Ganti Scene lagi.Gwan Woong “Dan temukan jasad Seo Hwa!!”. Kembali ke hutan Dam Pyung Joon yang tengah mencari jejak yang ditinggalkan Seo Hwa. Dan seekor burung terbang melewati tempat Dam Pyung Joon juga Wol Ryung dan Prolog dimulai lagi “ Itu adalah gunung yang penuh misteri,tak ada jejak manusia tempat yang hanya dipenuhi dengan banyak mitos didalam taman yang hanya disinari bulan itu,cerita legenda yang menyedihkan tentang mereka baru saja dimulai”



So Jung “Apa maksudmu?Kau ingin menjadi seorang manusia?”. Wol Ryung “Benar”. So Jung “Kau?”. Wol Ryung “Ya aku. Aku ingin menjadi seorang manusia” . So jung masih tidak bisa percaya. Seo Hwa melihat Wol Ryung dan Wol Ryung tersenyum…


Rabu, 10 April 2013

Sinopsis Gu Family Book Ep.1 Part 1

Sinopsis Gu Family Book Ep.1 Part 1

Drama ini di buka dengan prolog tentang gunung Jiri dan seorang biksu(beob sa) yang sedang berjalan menuju gunung Jiri..

Prolog “Ini adalah gunung yang penuh misteri, dan tidak tersentuh oleh jejak kaki manusia,tempat dimana hanya dipenuhi oleh mitos-mitos yang melindungi gunung itu. Itulah sebabnya gunung ini disebut dengan taman yang hanya disinari oleh bulan (moonlight) didalam taman yang hanya disinari oleh bulan ini,ada makhluk yang khusus(Gumiho) yang diciptakan untuk melindungi gunung Jiri dan sudah tinggal selama beribu-ribu tahun”.

Akhirnya biksu itu sampai di tempat yang ia tuju dan  memanggil seseorang “Wol Ryung (penunggu gunung Jiri ) ! Wol Ryung,dimana kau? Ini aku So Jung. Hei, Wol Ryung !”.So Jung berhenti memanggil Wol Ryung, ia kelihatan khawatir berbicara pada dirinya sendiri “ Oh tidak,dia tidak mungkin….”
Wol Ryung sedang berlari dan melompat kegirangan,ia berhenti dan tersenyum kearah kota karena mendengar suara gendang yang dimainkan oleh salah seorang Gisaeng*lebih tepatnya Ketua/Kepala dari seluruh Gisaeng sih. Gisaeng itu memainkan gendang dengan sangat lincah dan gemulai,suara gendang yang dimainkan oleh gisaeng itu mengiringi setiap langkah kaki Wol Ryung yang semakin mendekat ketempat pemukiman warga.

Wol Ryung berhenti diatas sebuah pohon dan melihat beberapa penjaga yang sedang membawa 2 orang wanita dan 1 orang pria dalam kurungan,mereka adalah Seo Hwa,Jung Yoon juga pembantu mereka Dam. Penjaga  “akhirnya kita sampai disini,keluarlah ! Apa yang kau tunggu sehingga tidak keluar?aku sibuk !aku masih harus pergi ke tempat lain”.


Dam pembantu dari keluarga Yoon turun, diikuti dengan Yoon Seo Hwa yang masih terlihat bingung, penjaga itu mendorong Seo Hwa secara kasar agar Seo Hwa cepat turun dan membuat Seo Hwa jatuh ke tanah. Dam  kaget “Nona”. Adik  Seo Hwa (Yoon Jung Yoon ) juga ikut khawatir “kakak apa kau baik-baik saja,apa kau terluka”. Jung Yoon marah “ Bagaimana bisa kau melakukan ini kepadanya?”. Penjaga itu “Apa?beraninya kau ? hah dengarkan dia. Hey kau adalah seorang keturuan dari pengkhianat. Berhentilah bertingkah seolah kau seorang bangsawan”. Jung Yoon “Beraninya kau ! Tutup mulutmu itu!”. Penjaga itu marah dan meraih kerah baju Jung Yoon “Kau yang harus menutup mulut ! Kurang ajar sekali kau ! aku lebih tua darimu ! aku akan melemparmu ke tumpukan kotoran kuda”. Dam “lepaskan saja dia,tidak bisakah kau sedikit berbelas kasih ? Siapa yang merawat keluargamu selama ini? Bukankah itu semua karena kebaikan Tuan kami,bagaimana bisa kau berubah dengan drastis ?” Setelah mendengar Dam,penjaga itu melepaskan tangannya dari adik Seo Hwa dan mendorong Jung Yoon ke tanah.

Penjaga itu mengetuk pintu dan disambut oleh sepasang pelayan “Aigoo,kau disini ternyata!”. Penjaga itu “Aku sudah selesai melakukan perjanjiannya,kalau begitu aku akan pergi”. Pelayan wanita itu berkata “tunggu,masuk dan minumlah anggur beras sebentar”. Penjaga “aku juga mau,tapi aku harus melayani ibuku malam ini,hidangkanlah anggur beras itu saat aku datang lagi”. Wanita itu “baiklah aku akan melakukannya”. Penjaga itu pamit dan pergi dengan gerombolannya.

Wanita itu berkata “Apa yang kau tunggu ?cepatlah masuk !”. Seo Hwa bertanya “Tempat apakah ini?”. Wanita itu “Tempat apa?kau tidak tau Choonhwagwan (Rumah Gisaeng) itu apa ?”. Seo Hwa dan adiknya beserta Dam kaget. Dam “Apa?Choonhwagwan?bukankah ini rumah para Gisaeng (Tuna Susila/PSK). Jung Yoon “kakak!”. Seo Hwa kelihatan sangat kaget juga marah,sementara itu kepala Gisaeng (Cheon Soo Ryun) masih terus memainkan gendangnya sambil berputar-putar dengan badannya, Cheon Soo Ryun menambah kecepatan pukulan pada gendangnya dan akhirnya selesai. Semua orang bertepuk tangan. Seorang tamu berteriak “ Tari 5 gendang kepala gisaeng Cheon benar-benar paling bagus dan yang terbaik di seluruh dunia!”

Cheon Soo Ryun berjalan dan diikuti dengan 2 gisaengnya, ia memberikan stik gendangnya pada Gisaeng yang disebelah kiri  dan gisaeng itu berbicara “Tuan itu benar-benar jatuh cinta padamu! Dia benar-benar tergila-gila dan meneteskan air liur saat melihatmu menari”. Gisaeng yang berada disebelah kanan menambahkan “Aku bertaruh dia tak Cuma meneteskan air liurnya,celanananya itu mungkin…” Soo Ryun menghentikan pembicaraan “Hoho, Lihatlah,bagaimana kata-kata vulgar seperti itu keluar dari mulutmu?”
Pelayan yang tadi membuka pintu menghadap kepada Soo Ryun “Nyonya ini aku,Jang Shoe”. Soo Ryun “Apa itu?”. Jang Shoe keliihatan takut “Nyonya…”

Kembali ke Seo Hwa yang masih menolak untuk masuk kedalam Choonhwagwan “Aku tak akan masuk!”. Wanita yang bersama Jang Shoe tadi “Kau sudah dijual untuk menjadi seorang Gisaeng. Kau ingin mati?”. Seo Hwa “Bunuh saja aku,lebih baik aku mati dari pada masuk kesitu!”. Wanita itu “Dengarkanlah,aku sangat sibuk sekarang karena acara pesta di tempat hakim,jadi masuklah saat aku memintamu baik-baik. MASUKLAH !”. Wanita itu menarik tangan Seo Hwa untuk masuk, Seo Hwa terus menolak “Lepaskan,lepaskan aku tak akan masuk ! Aku sudah bilang !”. Adik Seo Hwa “Kau tidak mendengar yang dia katakan ?Lepaskan ! Jangan sentuh kakakku!”

 Soo Ryun datang “Ada apa ribut-ribut ?”. Pelayan wanita“Aigoo nyonya”. Soo Ryun datang bersama beberapa anak buahnya. Seo Hwa menatap Soo Ryun dengan marah. Soo Ryun “anak siapa mereka?”. Pelayan wanita “Wakil menteri Yoon,yang telah dieksekusi karena pengkhianatan beberapa waktu yang lalu”. Soo Ryun “Pengkhianatan,huh?Kalau begitu mereka adalah anak-anak dari pelaku kriminal”. Seo Hwa marah “Jaga mulutmu ! Ayah kami dihukum dengan tuduhan palsu ! Dia tidak akan pernah melakukan pengkhianatan!”. So Ryun “Itu tidak masuk akal,bagaimanapun kau sudah dijual untuk menjadi seorang Gisaeng dari sekarang kau harus mengikuti semua perintah Gisaeng ini”. Seo Hwa “Aku tak mau”. Soo Ryun “Itu tidak masalah. Kau tidak punya pilihan!”. Seo Hwa “Aku tidak akan masuk tak peduli apapun itu!aku tidak akan pernah menjadi gisaeng yang sangat murahan”. Soo Ryun “Gisaeng yang sangat murahan?aku mengerti., Jang Shoe!”.

Soo Ryun menyuruh Jang Shoe untuk melepaskan baju Seo Hwa didepan banyak orang. Jang Shoe melepaskan atasan paling luar Seo Hwa. Wol Ryun kaget melihat pemandangan itu. Dam dan Jung Yoon sangat marah,mereka berdua tidak bisa berbuat apa-apa karena  ditahan oleh anak buah Soo Ryun. Jang Shoe melepaskan rok Seo Hwa lagi. Seo terlihat sangat takut tapi sangat marah, Dam dan Jung Yoon menangis melihat Seo Hwa yang dilecehkan. Jang Shoe menarik rok bagian dalam Soe Hwa sehingga meninggalkan lapisan terakhir dari baju Seo Hwa. Seo Hwa menahan tangisnya,ia benar-benar dilecehkan oleh perintah Soo Ryun. Wol Ryung terus memperhatikan Seo Hwa karena kasihan.
Soo Ryun tidak berhenti sampai disitu ia menyuruh Jang Shoe untuk mengikat Seo Hwa dipohon agar dapat dilihat oleh orang lain. Seo Hwa masih tidak percaya dengan kejadian yang ia alami,begitu juga dengan Dam dan Jung Yoon yang histeris melihat Seo Hwa diperlakukan seperti itu. Soo Ryun juga menyuruh anak buahnya untuk mengunci Dam dan Jung Yoon diruang tahanan. Soo Ryun “Biarkan dia disini sampai aku memberi perintah lagi,jangan beri mereka makanan apapun tanpa perintah dariku,mengerti?”. Anak buah Soo Ryun menjawab dengan lantang bahwa mereka mengerti.

Jung Yoon dan Dam dimasukkan kedalam ruang tahanan. Jung Yoon “Cepat buka pintunya,cepat buka!”, Dam menangis “Apa yang harus kita lakukan?nona!nona!”. Pelayan Soo Ryun (wanita yang buka pintu tadi) mengumpulkan baju Seo Hwa. Seo Hwa “Permisi,kenapa mereka melakukan ini?”. Pelayan itu “Apa kau tidak tahu dimana kau di ikat ini? Ini adalah pohon penghinaan,anak keluarga bangsawan sepertimu biasa datang kesini dengan sangat sombong dan diajari seperti ini agar patuh dengan mengikatnya di pohon ini!”. Seo Hwa “Pohon penghinaan?”. Pelayan itu “Menyerahlah dengan gelar kebangsawananmu itu,tinggalkan semuanya di pohon itu dan saat pagi datang minatalah belas kasihan kepada nyonya kepala Gisaeng. Mintalah pengampunan darinya atau kau akan merasakan hal yang lebih buruk dari ini!”. Pelayan itu masuk kedalam dan meninggalkan Seo Hwa diluar. Seo Hwa “Permisi,permisi,bagaimana bisa kalian melakukan hal ini kepada seorang manusia?tolong lepaskan aku,lepaskan aku”

Wol Ryung masih berada diatas pohon dan terus memperhatikan Seo Hwa dari jauh,muncul kunang-kunang biru disekitar Wol Ryung. Wol Ryung ragu untuk menolong Seo Hwa, ia ingin menolong  Seo Hwa tapi ia sudah berjanji pada So Jung untuk tidak ikut campur dengan urusan manusia. Wol Ryung ingin pergi dari pohon itu tapi ia mendengar suara Seo Hwa yang meminta tolong dan akhirnya tidak jadi. Wol Ryung melihat Seo Hwa yang sedang menangis dan meminta tolong,ia sangat kasihan melihat Seo Hwa

Flashback dari ingatan Seo Hwa pada saat Ayahnya akan dihukum. Seo Hwa berlari masuk kedalam rumahnya tapi ditahan oleh dua orang prajurit. Di dalam rumah Seo Hwa sudah banyak prajurit istana dan pemimpinya Gwan Woong  yang juga sahabat  dari Ayah Seo Hwa. Gwang Woong “Terimalah perintah raja,yang mulia memerintahkan Yoon Gi Soo(Ayah Seo Hwa) agar dieksekusi!”. Seo Hwa “Ayah “. Yoon Gi Soo “Dengarkan Gwang Woong,bagaimana bisa kau salah menilaiku seperti ini?setelah persahabatan kita dalam beberapa tahun ini?”. Gwan Woong “Kau bilang aku adalah temanmu,tapi kau selalu merendahkanku karena kerendahan hatiku. Itulah sebabnya,mengapa kau memberimu pelajaran seperti ini. Kau tidak seharusnya memperlakukanku seperti itu”. Seo Hwa memberontak meminta untuk dilepaskan. Yoon Gi Soo “Seo Hwa”.

 Gwan Woong mendekat kearah Yoon Gi Soo dan berbisik “Jangan terlalu sedih. Aku akan membuat putrimu yang berharga ini bekerja sebagai seorang gisaeng dan akan menyayanginya selalu”. Ayah Seo Hwa geram mendengar perkataan Gwan Woong yang kurang ajar. Gwan Woong melanjutkan “Aku pastikan,betapa ,menyenangkannya dapat melewatkan malam dengan putri yang berharga dari keluarga yang dihormati”. Yoon Gi Soo “Jo Gwan Woong kau bajingan!” Ayah Seo Hwa berdiri dan mengambil pedang dari salah satu prajurit untuk membunuh Gwan Woong tapi Gwan Woong dulu menghunus pedangnya pada Ayah Seo Hwa. Darah Ayah Seo Hwa mengenai wajah serta baju Seo Hwa, Ayah Seo Hwa yang jatuh tidak berdaya membuat Seo Hwa kaget dan tidak percaya. Gwan Woong menoleh kearah Seo Hwa dan tersenyum pada Seo Hwa yang histeris

Gwan Woong sedang bersenang-senang bersama beberapa Gisaeng. Salah seorang Gisaeng memberi selamat pada Gwan Woong dan mereka semua tertawa gembira. Cheon Soo Ryun datang “Tuan,ini Cheon Soo Ryun”. Gwan Woong “Aigoo,kepala Cheon,ayo masuklah,masuklah”. Cheon Soo Ryun duduk dan mengucapkan selamat “Selamat Tuanku. Aku dengar kau dipromosikan menjadi petugas pangkat 5”. Gwan Woong “Kau sangat cepat sekali tau,bagaimana bisa gosip berjalan begitu cepat?Sebenarnya aku mendapat promosi karena menangkap seorang pengkhianat”. Soo Ryun “Maksudmu wakil menteri Yoon?”. Gwan Woong “Oh kau tau mengenai hal itu juga?”. Soo Ryun “Aku tau karena kau beberapa kali membawanya kemari”. Gwan Woong “Dulu kami adalah teman,tapi walaupun aku orang yang rendah hati,aku adalah petugas kota ini,aku tidak bisa tinggal diam dengan seorang pengkhianat,bahkan temanku sendiri. Benarkan?”. Soo Ryun “Tentu saja,aku mengerti”. Gwan Woong “Tapi tetap saja,memikirkannya membuatku merasa sedih. Itulah sebabnya aku datang menemuimu,aku sudah datang sebelum dia meninggal”. Soo Ryun “Apa maksudmu?”. Gwan Woong “Putri dari Yon Gi Soo,setelah dia masuk menjadi seorang gisaeng,aku berjanji akan menjadi orang yang pertama kali tidur dengannya”. Soo Ryun “Benarkah?”. Gwan Woong “Tentu saja,aku ingin merasakan pertama kalinya dia menjadi gisaeng,butuh berapa lama untuk mempersiapkannya?”. Soo Ryun “Di harus bertlatih untuk jadi seorang gisaeng dan harus didaftarkan juga. Itu butuh waktu paling tidak 2 sampai 3 bulan,Tuan”. Gwan Woong “Aku mengerti,tapi kita ada masalah disini,seperti yang kau tau aku agak sibuk sekarang. Jadi buat saja hanya dalam 5 hari. Selesaikan semua persiapan kurang dari 5 hari”. Soo Ryun “Tapi tuanku”. Gwan Woong “Aku bilang 5 hari!!mengerti?aku tau itu sama saja tinggal menunggu waktu”. Gwan Wong kembali bersenang-senang dengan para Gisaeng yang bersama dengannya tapi Soo Ryun kelihatan sangat gugup dan bingung

Seo Hwa bangun dan sadar kalau ia sudah terikat sampai pagi, ia melihat warga yang berkumpul untuk melihat  dan membicarakan dirinya. Seo Hwa mengingat perkataan dari pelayan gisaeng tentang pohon penghinaan. Anak kecil yang juga berkerumum melempar batu kearah Seo Hwa dan mengejek Seo Hwa. Seo Hwa berdarah terkena lemparan,tapi ia tetap kuat pada pendiriannya,ia berbiacara pada dirinya sendiri “Aku tak akan menyerah hanya karena hal ini!aku tak mau,aku tidak akan pernah menjadi  seorang Gisaeng, Tak akan pernah”. Wol Ryung masih terus berada dipohon yang ia tempati dari kemarin, ia terus memperhatikan Seo Hwa yang mulai tampak lemah.

Malampun datang Seo Hwa dan Wol Ryun masih berada diposisi mereka masing-masing. Wol Ryung memetik beberapa daun pada sebuah tangkai pohon untuk mengambil keputusan “aku menolongnya,aku tak perlu menolongnya,aku menolongnya,aku tak perlu menolongnya ”. Wol Ryung memetik daun terakhir “Aku tak perlu menolongnya”, Wol Ryung kesal karena hasilnya tidak sama seperti yang ia inginkan. Ia terus menjaga dan memperhatikan Seo Hwa hingga pagi datang kembali.

Soo Ryun sedang melukis dan ditemani dengan pelayannya. Pelayan itu “Dia masih muda dan cukup keras kepala,sudah 3 hari dia melewatkannya tanpa setetes air pun, dan dia masih keras kepala. Apa yang akan kau lakukan ?Dari 5 hari yang diberikan tuan itu,hanya tinggal 3 hari”. Soo Ryun berhenti melukis, tinta dari kuasnya menetes keatas lukisan yang telah ia buat.

Setelah 3 hari terikat dipohon kekuatan dan stamina Seo Hwa sudah habis untuk bertahan dipohon itu,tapi ia masih saja berkeras untuk tidak menyerah dan menjadi seorang Gisaeng. Akhirnya Seo Hwa pingsan, Wol Ryung yang juga menjaga dan memperhatikan Seo Hwa selama 3 hari akhirnya turun dan berjalan kearah Seo Hwa untuk menolong. Baru beberapa langkah saja So Jung sudah datang dan menghentikan langkah Wol Ryung*yaaah.  So Jung “Akhrinya aku menemukanmu. Sejak aku tahu kau ada disini,aku tak perlu lagi mengelilingi hutan ini”. Wol Ryung “So Jung!”. So Jung “Berhentilah. Biarkan saja mereka melakukan apa saja yang mereka mau”. Wol Ryung “Tapi itu terlalu kejam,dan dia masih sangat muda. Dia sudah diikat disitu selama 3 hari!”. So Jung “Ya dia masih muda dan ya itu terlalu kejam,tapi itu sudah menjadi takdirnya,aku tak perlu ikut campur hal itu”. Wol Ryung menoleh kearah Seo Hwa yang sudah tidak sadarkan diri dan masih terikat dipohon,hal itu Wol Ryung khawatir dan akhirnya memutuskan untuk terbang untuk menolong Seo Hwa. So Jung melempar sebuah gelang kearah Wol Ryung yang sedang terbang. Gelang itu langsung terikat dipergelangan tangan Wol Ryung dan membuat Wol Ryung tidak bisa terbang dan akhirnya jatuh .


 So Jung mendekati Wol Ryung yang terduduk ditanah “Apa kau lupa janjimu padaku?”. Wol Ryung berdiri dan tetap berjalan kearah Seo Hwa tapi So Jung menghalangi Wol Ryung dengan tongkatnya. Wol Ryung memindahkan tongkat So Jung dari hadapannya tapi So Jung mencoba terus menerus untuk menghalangi  Wol Ryung. Wol Ryung “Aku hanya ingin menolong seorang gadis muda yang butuh pertolongan”. So Jung “Kau sudah berjanji padaku kalau tidak akan pernah ikut campur masalah manusia”. Wol Ryung “Sekali saja !Tak akan ada bedanya dengan melakukannya sekali saja”. So Jung “Pengecualian pertama itulah masalah yang paling besar,sekali kau membuat pengecualian,kedua dan ketiga kalinya akan menyusul”. Wol Ryung marah dan membanting tongkat So Jung. So Jung lelah menghadapi Wol Ryung, ia berkata untuk mengingatkan Wol Ryung lagi “Berhentilah mencoba ikut campur semua urusan manusia! Tetaplah berpikir kalau kau mempunyai batasan dengan mereka”. So Jung berjalan meninggalkan Wol Ryung,Wol Ryung menatap kepergian So Jung,tiba-tiba mata Wol Ryung berubah warna ia seperti marah dan mengambil tongkat So Jung yang ada di tanah dan melemparnya kearah So Jung. So Jung  kaget dan refleks mundur saat tongkatnya sendiri mengarah kearahnya. Tongkat itu tertancap di pohon yang berada disebelah So Jung.

So Jung menatap Wol Ryung dan mata Wol Ryung berubah kembali seperti biasa. So Jung menoleh kearah tongkat yang tertancap di pohon, ternyata tongkatnya telah menembusi seekor ular besar. Wol Ryung mendekat kearah So Jung dan memusnahkan ular yang ingin mengigit So Jung. Wol Ryung “Apa aku juga terlalu sering ikut campur urusanmu?Apa aku melewati batas yang tak bisa kulewati. Maksudku hanya ingin menolong orang yang mebutuhkan,seorang anak yang butuh pertolongan”. Wol Ryung berbalik meinggalkan So Jung yang masih kaget,Wol Ryung berjalan kearah Seo Hwa dan sadar bahwa Soe Hwa sudah tidak ada dipohon itu ...

 Seo Hwa sudah berada di dalam kamar ditemani dengan Dam. Seo Hwa sadar “Dam,apa itu kau?”. Dam “Ya Nona. Aigoo kau berhasil sembuh juga,kau mengalami deman tinggi sepanjang malam,aku pikir aku akan kehilangan dirimu!hatiku sangat terluka”. Seo Hwa “Dimana aku ?”. Dam “di Choonhwagwan. Nyonya kepala berubah pikiran dan memerintahkan untuk membawamu masuk dan juga..” Seo Hwa “Minggirlah”. Dam “Nona”. Seo Hwa “Aku sudah bilang walaupun kau mati,aku tidak akan mau masuk ketempat ini,cepat minggir,aku tidak akan pernah tinggal di tempat seperti ini”. Soo Ryun mendengar perkataan Seo Hwa saat ia masuk kedalam kamar itu “Apa yang akan kau lakukan kalau kau tidak tinggal disini?”


Soo Ryun berjalan kearah Seo Hwa “Hanya perempuan yang dijuallah yang ada di tempat ini,dia tidak punya pilihan selain hidup sebagai gisaeng,dia harus menjual minuman,senyumnya,bahkan tubuhnya”. Seo Hwa “Aku bahkan lebih memilih di ikat di pohon penghinaan itu,lebih baik aku berada disana dan mati disana” Seo Hwa berdiri dari tempat tidurnya tapi hampir terjatuh lagi. Soo Ryun memberikan kode agar pelayannya membuka jendela. Jendela dikamar itu dibuka dan ternyata adik Seo Hwa,Jung Yoon sudah berada diluar dalam keadaan diikat dan dikerumuni dengan anak buah Soo Ryun. Jung Yoon “ Kakak”. Seo Hwa “Yoon-ah”. Jung Yoon “Kakak sudah sadar?”.Seo Hwa cemas melihat adiknya yang diikat“Yoon-ah”. Soo Ryun “Aku akan bertanya lagi,apa kau masih menolak untuk menjadi seorang Gisaeng?Pikirkan baik-baik dan jawablah karena jawabanmu akan menentukan adikmu hidup atau mati”. Jung Yoon “Kakak.jangan khawatirkan aku,aku tidak peduli apapun yang terjadi padaku tapi jangan pernah menjadi seorang Gisaeng!”. Soo Ryun “Sekarang apa yang akan kau lakukan?”. Seo Hwa “Kakak”. Soo Ryun “Aku bilang apa jawabanmu?”. Seo Hwa mengenggam erat-erat bajunya karena marah. Soo Ryun “Mulailah memukulnya”

Anak buah Soo Ryun mulai memukuli Jung Yoon. Seo Hwa yang tidak tega melihat Jung Yoon dipukuli sampai berdarah memutuskan untuk menjadi seorang Gisaeng. Seo Hwa “Hentikan!Hentikan.Lepaskan adikku,aku akan melakukan apapun yang kau mau. Jadi selamatkan adikku”. Jung Yoon berteriak mendengar keputusan kakakknya. Soo Ryun menyuruh pelayannya untuk mendandani Seo Hwa


Seo Hwa mulai dipersiapkan sebagai seorang Gisaeng ,ia dimandikan, ditato(tato yang menandakan bahwa Seo Hwa seorang Gisaeng), dijahitkan baju baru dan di buat menjadi sangat cantik. Jung Yoon sedang menyapu dengan Jang Shoe dan kemudian Seo Hwa lewat. Jang Shoe memuji kecantikan Seo Hwa seperti seorang peri. Jung Yoon sedih yang melihat kakaknya menjadi seorang Gisaeng. Jang Shoe melanjutkan bicaranya “ini sangat menyedihkan kenapa dari semua orang harus Tuan Jo?”. Jung Yoon “Apa maksudmu?Tuan Jo?”. Jang Shoe “Aku bicara tentang Jo Gwan Woong,kakakmu akan tidur dengannya malam ini”.
 Jung Yoon memberitahukan informasi itu pada Dam dan meminta tolong pada Dam untuk bertukar tempat dengan Seo Hwa dan dia akan melarikan diri bersama Seo Hwa. Dam ragu tapi ia menyanggupi permintaan Jung Yoon agar Jo Gwan Woong tidak menghancurkan kedupan Seo Hwa.

 Seo Hwa didandani untuk malam pertamanya sebagai Gisaeng. Salah seoarng gisaeng memuji kecantikan Seo Hwa dan yang lainnya berbicara “Apa yang membuatnya terlihat cantik padahal dia hanya seorang Gisaeng murahan?ketika disuruh menuangkan anggur,dia bisa melakukannya dan kalau bicara masalah bentuk tubuh dia memilikinya”. Gisaeng yang tadi memuji Soe Hwa juga angkat suara “Kenapa dia akan melakukan malam  pertamanya padahal dia belum terdaftar sebagai Gisaeng”. Gisaeng lainnya menjawab “Dengarkan,kau tau siapa yang akan kau hadapi. Jo Gwan Woong dengan tempramen buruknya itu,kalau dia tidak puas,dia bisa membunuh orang itu,walaupun begitu nyonya kepala tetap memperhatikannya”. Seo Hwa kaget mendengar nama Jo Gwan Woong yang akan tidur dengan dirinya. Pelayan yang mendandani Seo Hwa menyuruh kedua Gisaeng itu untuk diam*2 orang Gisaeng, yang cerewt ini orang yang sama yang bicara vulgar terus ditegur sama Soo Ryun,emang tukang gosip nih LOL


Seo Hwa menanyakan kepastian dari pelayan yang mendandaninya. Pelayan itu “Tak ada yang bisa kau lakukan,ini semua karena kau terlahir dengan nasib buruk”. Seo Hwa mengingat semua yang telah Gwan Woong lakukan pada keluarganya,ia tidak ingin tidur dengan Gwan Woong dan mengambil sebuah tusuk rambut untuk bunuh diri. Saat  Seo Hwa ingin menusuk dirinya,Dam datang dan memanggil-manggil nama Seo Hwa dan membuat Seo Hwa tidak jadi bunuh diri. Dam masuk kedalam kamar Seo Hwa. Seo Hwa “Dam kenapa kau datang kemari?Apa yang kau lakukan?”. Dam “Kita tidak punya waktu, tuan muda sudah menunggu di depan pintu,cepat dan lepaskan pakaianmu ya? Ganti pakaianmu dengan punyaku dan larilah!”. Seo Hwa “Apa yang kau katakan melarikan diri?Bagaimana denganmu?apa yang kan kau lakukan kalau aku melarikan diri”. Dam “Aku akan baik-baik saja setelah mendapatkan beberapa kali pukulan tapi lain halnya denganmu,nona. Kau tidak boleh dikotori oleh setan yang membunuh ayahmu itu!”. Seo Hwa “Dam!”. Dam “Kau harus keluar hidup-hidup,kau harus tetap hidup untuk membersihkan nama ayahmu. Kau harus tetap hidup juga untuk membalas dendam terhadap Jo Gwan Woong!”. Seo Hwa memeluk Dam dan Dam berbicara lagi “dan berjanjilah,kau harus tetap hidup agar bisa menjemputku lagi,jadi tetaplah hidup karena kalau kau mati,kau tak,akan menyelesaikan apapun mengerti?” Seo Hwa menangis mendengar kata-kata Dam

Soo Ryun masuk kedalam kamar yang tadi ditempati Seo Hwa dan Dam. Soo Ryun “Bersiaplah,yang mulia yang akan kau layani akan segera datang. Setelah dia sampai disini,dia akan langsung datang padamu jadi siapkanlah dirimu”. Soo Ryun akan pergi dari rauangan itu tapi dia merasakan hal aneh dengan Seo Hwa, Soo Ryun berjalan kearah Seo Hwa dan menyuruh  Seo Hwa untuk mengangkat kepalanya. Soo Ryun “Aku bilang angkat kepalamu!!”. Pelayan yang ikut dengan Soo Ryun mendekat dan membalikan wajah Seo Hwa dan ternyata yang mereka lihat bukanlah Seo Hwa tapi pembantunya Dam.


Bersambung ke part 2..